RADAR24.co.id — Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Kepala Desa (Kades) Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Darusman, yang menjadi korban konflik antara manusia dan gajah liar dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada Rabu (31/12/2025).

Dalam pernyataannya pada Rabu (31/12/2025), Bupati Ela menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur akan lebih intensif berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai TNWK untuk melakukan mitigasi konflik gajah liar dengan manusia.

“Kami akan segera meluncurkan Satgas khusus yang bertugas memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi. Upaya-upaya yang dilakukan Pemkab juga akan mengajak seluruh warga untuk lebih terbuka dan melaporkan kejadian secepat mungkin, sehingga langkah pencegahan dapat diambil tanpa memakan korban jiwa lagi,” ujar Bupati Ela.

Bupati Ela juga menyampaikan rasa syukur atas upaya yang telah dilakukan Pemkab, termasuk pembangunan tanggul khusus di Desa Braja Asri sepanjang 1,3 km sebagai bagian dari kewaspadaan terhadap masuknya gajah liar ke area permukiman dan pertanian warga.

Lebih lanjut, Bupati menghimbau kepada masyarakat, khususnya yang belum siap menghadapi interaksi langsung dengan gajah liar, untuk tidak ikut serta dalam proses penghalauan secara langsung demi keselamatan.

“Pemkab akan menggandeng Wildlife Conservation Society (WCS) serta lembaga-lembaga terkait lainnya untuk mengadakan pelatihan khusus tentang interaksi aman antara gajah dan manusia. Masyarakat harus memahami bahwa ini bukan kejadian biasa. Saat ada konflik seperti ini, semua pihak harus siap, paham pembagian peran—siapa di depan, siapa di belakang—dan semuanya harus terkoordinasi serta berkolaborasi dengan semua stakeholder,” tegas Bupati Ela Siti Nuryamah.

Diketahui konflik yang terjadi antara manusia-satwa liar di wilayah penyangga TNWK bukan kali ini saja terjadi dan memakan korban jiwa. Pemkab Lampung Timur berkomitmen mencari solusi jangka panjang agar kejadian memilukan seperti ini tidak terulang.