RADAR24.co.id — Keputusan dewan juri pada ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 menuai banyak kritik dan mengundang gelengan kepala publik. Pasalnya, jawaban yang dinilai benar oleh peserta justru dianggap keliru, sementara jawaban serupa dari tim lain dinilai sah dan mendapat poin penuh. Polemik ini bahkan membuat Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, turun tangan dan menyampaikan permohonan maaf resmi.

Video rekaman jalannya lomba telah beredar luas di media sosial dan menjadi sorotan tajam warganet. Penilaian dewan juri dianggap tidak konsisten, berat sebelah, dan menutup diri terhadap masukan maupun protes dari para peserta.

Final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026), diikuti sembilan sekolah menengah atas. Dari babak penyisihan, tiga sekolah lolos ke babak penentuan, yaitu SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Perselisihan muncul saat sesi rebutan jawaban dengan pertanyaan: “DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?”

Regu C dari SMAN 1 Pontianak dengan kode C-2 menjadi peserta pertama yang menjawab. Meskipun jawabannya tepat sesuai materi, tim ini justru dinilai salah dan dikenakan pengurangan nilai. Saat pertanyaan yang sama diajukan kembali, peserta dari SMAN 1 Sambas berkode B-4 menjawab dengan isi yang serupa, namun kali ini dewan juri menganggap jawaban tersebut benar dan memberikan nilai plus 10.

Perbedaan perlakuan ini langsung diprotes keras oleh tim SMAN 1 Pontianak, yang menegaskan jawaban mereka sudah tepat dan seharusnya mendapatkan penilaian yang sama. Sebagai pembelaan, pihak juri beralasan penilaian juga mempertimbangkan kejelasan pengucapan.

“Artikulasi itu penting, dinilai dari yang terdengar jelas,” ujar salah satu anggota juri saat menjelaskan keputusannya.

Alasan tersebut ternyata tidak memuaskan banyak pihak. Warganet tetap menilai adanya ketidakkonsistenan yang nyata dan mendesak adanya penjelasan terbuka serta akuntabel dari penyelenggara.

Merespons keributan yang meluas itu, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman akhirnya angkat suara. Ia menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas kelalaian yang terjadi dan berjanji akan menindaklanjuti kasus ini hingga ke akar masalah. Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi menyeluruh kinerja dewan juri serta sistem pelaksanaan perlombaan ke depannya.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar dalam keterangan resmi MPR RI, Senin (11/5/2026).

Pimpinan MPR dari unsur DPD RI ini menyayangkan terjadinya polemik tersebut. Ia mengingatkan bahwa seorang juri wajib bersikap objektif dan responsif saat ada keberatan yang disampaikan peserta di lapangan.

Lebih jauh, Akbar menyoroti adanya unsur kelalaian dari panitia maupun juri, khususnya terkait aspek teknis tata suara dan mekanisme banding yang belum berjalan baik. Ia bahkan mengaku telah mendengar laporan adanya kejadian serupa yang menimpa pelaksanaan lomba tahun lalu di provinsi lain.

“Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya.