RADAR24.co.id — Polda Lampung resmi membentuk tim khusus dan memasang penyekatan di seluruh wilayah provinsi untuk memburu para pelaku penembakan Bripka Anumerta Arya Supena. Anggota Polri tersebut gugur saat berupaya menggagalkan aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di Kota Bandar Lampung.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyampaikan perkembangan terbaru penanganan kasus ini kepada awak media pada Senin (11/5/2026).
“Untuk perkembangan penyelidikan, tim khusus yang telah dibentuk Kapolda Lampung masih terus bergerak melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” ujar Yuni.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di lokasi kejadian serta modus operandi yang digunakan kedua pelaku telah mengerucut pada identitas dan dugaan pihak tertentu. Hal ini menjadi pegangan utama aparat untuk melakukan pelacakan dan penangkapan.
“Hasil keterangan saksi di lapangan sudah mengerucut, ditambah dengan modus yang dipakai kedua pelaku. Ini menjadi dasar kami dalam mengidentifikasi dan menangkap mereka,” jelasnya.
Mengenai senjata api dinas milik almarhum Bripka Arya yang sempat dikuasai pelaku, Yuni menegaskan hal tersebut kini ditangani satuan terkait. Penanganan kasus ini juga melibatkan tim dokter forensik untuk mendukung proses penyidikan.
“Terkait senjata api, sudah ada tim khusus yang menanganinya. Yang pasti, perbuatan ini jelas merupakan tindak pidana. Pemeriksaan dan investigasi kami juga melibatkan dokter forensik,” katanya.
Guna memutus ruang gerak buronan dan mencegah mereka kabur ke luar daerah, Polda Lampung mengerahkan seluruh jajaran hingga tingkat Polres dan Polsek untuk melakukan penyekatan di berbagai titik strategis.
“Polda Lampung bersama seluruh Polres dan Polsek jajaran sudah memasang penyekatan ketat. Semua bergerak memastikan para pelaku tidak bisa lolos keluar dari wilayah Lampung,” tegas Yuni.
Selain penyekatan, aparat juga terus melakukan penyisiran mendetail ke lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku. Upaya pengejaran ini diketahui sudah berlangsung intensif selama tiga hari terakhir.
“Kami sudah banyak melakukan penyisiran ke lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian. Tim kami terus berjuang sejak tiga hari lalu untuk segera menangkap para pelaku,” tambahnya.
Yuni menegaskan, hingga saat ini penanganan kasus masih dikendalikan penuh oleh Polda Lampung, bersama tim Jatanras serta seluruh jajaran kepolisian setempat. Pihaknya memastikan belum ada indikasi pelaku berhasil keluar dari wilayah Provinsi Lampung.
“Sementara ini kasus masih dikendalikan sepenuhnya oleh Polda Lampung, belum melibatkan kepolisian daerah lain. Informasi yang kami himpun menunjukkan, pelaku hingga kini belum berhasil keluar dari wilayah Lampung,” pungkasnya.



