RADAR24.co.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara terbuka mengakui bahwa program unggulan pemerintahannya, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga saat ini masih menghadapi berbagai masalah dan tantangan dalam pelaksanaannya. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Prabowo saat menghadiri acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).
Dalam sambutannya di hadapan para kepala daerah, aparat, dan masyarakat, Prabowo tidak menutup-nutupi bahwa perjalanan program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah dan ibu hamil, ini belum berjalan sempurna seperti yang diharapkan. Ia menyadari adanya sejumlah kendala teknis, administrasi, maupun ketersediaan sumber daya yang menjadi penghambat di lapangan.
“Saya sampaikan terus terang, program Makan Bergizi Gratis ini masih banyak masalahnya, masih banyak tantangannya. Kita belum bisa menjalankannya dengan sempurna sesuai harapan kita semua,” ujar Prabowo secara terus terang di hadapan hadirin.
Meski demikian, Kepala Negara menegaskan bahwa kendala tersebut tidak akan membuat pemerintah berhenti atau mengurungkan niat. Menurutnya, masalah yang muncul adalah hal wajar dalam pelaksanaan program besar berskala nasional, dan menjadi tugas seluruh elemen pemerintah untuk saling memperbaiki.
Prabowo menjelaskan, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang baru saja diresmikan ini nantinya diharapkan menjadi salah satu solusi kunci untuk menjawab tantangan tersebut. Koperasi desa yang bergerak langsung di tingkat akar rumput dipandang memiliki peran vital dalam memastikan pasokan bahan pangan yang dibutuhkan untuk program MBG dapat terpenuhi dengan harga terjangkau, kualitas terjamin, dan rantai distribusi yang efisien.
“Untuk mengatasi masalah-masalah itu, kita bangun Koperasi Merah Putih ini. Supaya kebutuhan pangan untuk program makan bergizi ini bisa dipasok dari desa, dari petani kita sendiri. Jadi koperasi ini nanti yang akan menyuplai, sehingga harganya murah, gizinya terjamin, dan petani kita pun ikut sejahtera,” paparnya.
Ia menambahkan, sinergi antara program MBG dan keberadaan koperasi desa akan memperkuat ekonomi lokal sekaligus memastikan manfaat program gizi tersebut dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok desa. Pemerintah terus berupaya melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar hambatan-hambatan yang ada dapat segera diselesaikan, sehingga tujuan utama program untuk mencetak generasi yang lebih sehat dan cerdas dapat tercapai sesuai rencana.



