RADAR24.co.id — Kasus pembunuhan sadis yang menewaskan Tomas Agung Adi Wijaya Bin Winarno (25), warga Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, pada Senin (1/6/2026), kini terungkap jelas kronologi peristiwanya. Pelaku, Farul Kurniawan alias FA (22), warga desa yang sama, telah ditangkap polisi dan mengaku motif perbuatannya dipicu masalah asmara.
Berikut urutan lengkap peristiwa berdarah tersebut, dihimpun dari keterangan saksi, hasil penyelidikan polisi, dan pengakuan pelaku:
Berdasarkan keterangan penyidik, awal kejadian bermula saat Farul menjemput korban Tomas pada pukul 22:00 Wib. Keduanya dikenal saling mengenal dan memiliki hubungan yang sebelumnya baik. Farul kemudian mengajak korban berboncengan sepeda motor menuju lokasi sepi di sekitar saluran irigasi, Dusun III, Desa Karya Tani. Lokasi tersebut merupakan daerah yang agak terpencil, banyak ditumbuhi semak belukar, dan terdapat gubuk-gubuk kosong bekas perkebunan.
Di lokasi pukul 23.15 Wib, keduanya berhenti dan mengobrol di pinggir irigasi. Di sinilah awal mula ketegangan muncul. Diduga pembicaraan keduanya memanas karena masalah hubungan percintaan yang menjadi akar masalah. Perselisihan itu berubah menjadi pertengkaran hebat.
Suara cekcok terdengar cukup keras hingga terdengar oleh warga yang kebetulan berada di sekitar kejadian. Seorang warga bernama Totok, yang kebetulan berada tidak jauh dari sana, mendengar jelas keributan itu. Di tengah suasana tegang itu, terdengar suara teriakan korban memohon: “Aku koncomu! (Aku temanmu!)”, seolah berusaha membujuk atau meyakinkan pelaku agar tidak berbuat jahat.
Saat Cekcok tersebut Farul mengeluarkan senjata tajam yang sudah disiapkan sebelumnya. Ia langsung menyerang korban dengan kejam. Tomas berusaha menangkis dan melindungi diri, sehingga tangan dan lengannya pun terkena sabetan tajam. Namun, serangan makin mengarah ke bagian leher.
Leher korban disayat dan ditebas berkali-kali hingga luka sangat dalam dan nyaris terputus. Tomas terjatuh, bersimbah darah, dan tak berdaya. Melihat korban sudah tergeletak sekarat dan tidak bergerak, Farul segera meninggalkan lokasi. Ia naik kembali ke sepeda motornya dan melarikan diri menuju arah Desa Pulomeranti untuk bersembunyi di rumah rekannya.
Setelah kendaraan pelaku menghilang, Totok sebagai saksi mulai memberanikan diri mendekat ke lokasi. Ia mendengar suara seperti orang mengorok, tanda seseorang sedang sekarat. Saat diperiksa, betapa kagetnya ia mendapati Tomas sudah tergeletak diam, tubuh penuh luka, dan bersimbah darah segar. Warga lain pun berkumpul dan langsung menghubungi pihak kepolisian.
Polisi bersama warga segera tiba di lokasi dan mengevakuasi jenazah korban menggunakan kendaraan ke Puskesmas Labuhan Maringgai. Namun, tim medis memastikan nyawa Tomas sudah tidak dapat diselamatkan akibat luka fatal di leher dan tubuhnya.
Pelaku Berhasil Ditangkap
Berdasarkan jejak dan keterangan yang dikumpulkan, tim penyidik Polres Lampung Timur di bawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, segera bergerak. Pelaku diketahui bersembunyi di rumah temannya di Desa Pulomeranti, dan akhirnya berhasil diringkus sore itu juga pukul 16:30 Wib.
“Pelaku kami amankan di rumah rekannya. Berdasarkan pemeriksaan awal, masalah asmara pemicu utamanya. Saat ini pelaku sudah kami tahan dan dalami kemungkinan ada keterlibatan orang lain,” ujar AKP Boyoh membenarkan.
Saat ini, Farul Kurniawan telah ditahan dan menjalani pemeriksaan mendalam di Polres Lampung Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.



