RADAR24.co.id — Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dilantik sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Sudaryono dipastikan tak akan merangkap jabatan, akan fokus menakhodai pucuk pimpinan tertinggi BGN.
Sudaryono atau yang dikenal dengan sebutan Mas Dar, lahir di Grobogan, 23 Januari 1985. Tepatnya di sebuah dusun bernama Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Sejak kecil dikenal sebagai anak yang trengginas dan cerdas.
Ia menjadi ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah di usia 38 tahun. Sebelumnya, dia aktif di banyak organisasi, seperti, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ketua Dewan Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), CEO Garuda TV, CEO PT Indonesian Defense and Security Technologies, dan banyak lagi.
Sudaryono mengawali karier profesionalnya dari tahun 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy, kemudian dipercaya menjadi CEO Garuda TV pada 2018. Selanjutnya, ia juga menjadi CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019, dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.
Sedangkan untuk karier politiknya, dimulai tahun 2010 seusai menempuh pendidikan di Jepang. Dia pulang ke Indonesia dan menjadi asisten pribadi (aspri) Pak Prabowo Subianto, Ketum Parpol Gerindra. Kemudian pada 2020 menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen Gerindra), sebelum kemudian terpilih menjadi ketua DPD Gerindra Jateng.
Sejak menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, pada 18 Oktober 2023, Sudaryono melakukan konsolidasi dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kabupaten/kota, kecamatan, bahkan sampai level anak ranting di desa-desa. Kunjungan itu dilakukan di 29 kabupaten dan 6 kota di seluruh Provinsi Jawa Tengah
Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk periode 2025-2030. Sudaryono juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia.
Tanggapan BGN Watch
Akademisi sekaligus perwakilan dari MBG Watch, Media Wahyudi Askar, menanggapi ditunjuknya Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang.
MBG Watch merupakan koalisi masyarakat sipil yang melakukan advokasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama terkait kepentingan publik, tata kelola, dan penggunaan anggaran negara.
Koalisi ini terdiri dari sejumlah organisasi dan individu yang bergerak di bidang transparansi, kesehatan, hak perempuan, kebijakan fiskal, dan advokasi publik.
Media menilai, pergantian pimpinan BGN tidak menjamin perbaikan pada krisis kelembagaan yang terjadi pada badan yang mengurusi MBG tersebut
Ia menyebut, BGN sendiri sudah tidak relevan untuk program MBG.
Sebab, menurut pendiri lembaga think tank Center of Economic and Law Studies (CELIOS) tersebut, krisis kelembagaan BGN terletak pada dapur yang tersentralisasi dan dikelola oleh pihak-pihak yang memiliki konflik kepentingan.
Sehingga, kata Media, pergantian kepemimpinan tidak membuat perubahan signifikan pada kinerja BGN jika krisis kelembagaannya masih belum diselesaikan.
“Yang perlu diselesaikan adalah desain kelembagaannya. Tapi, hari ini yang diganti adalah kepemimpinannya. Maka, pertanyaan saya, apakah bisa pemimpin yang baru ini mengubah kelembagaaannya, dan itu jadi pertanyaan besar oleh publik,” papar Media, dalam program Sapa Indonesia Malam di kanal YouTube KompasTV, Rabu (22/7/2026).
Lalu, Media menyoroti kredibilitas Kepala BGN yang baru, Sudaryono, yang terafiliasi dengan Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya).



