RADAR24.co.id — Musim kemarau yang masih berlanjut hingga September 2026 memaksa para petani jagung dan singkong di Kabupaten Lampung Timur menunda masa tanam. Bahkan diperkirakan hingga bulan Oktober mendatang, para petani belum dapat melakukan penanaman akibat tanah yang masih belum cukup basah.
Kawasan lahan pertanian di wilayah Register 38, Gunung Balak, menjadi salah satu titik yang terdampak. Saat ini, para petani di sana memilih memanfaatkan waktu dengan membersihkan lahan pertanian sambil menunggu curah hujan turun secara merata.
Petani: Hujan Diperkirakan Baru Turun November
Selamet, seorang penggarap lahan di kawasan Register 38 Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, mengungkapkan bahwa pembersihan lahan justru lebih menguntungkan dilakukan saat musim kemarau.
“Kalau musim kemarau, membersihkan lahan jadi lebih hemat biaya dan lebih cepat selesai,” ujar Selamet, Senin (7/9/2026).
Ia memproyeksikan hujan baru diperkirakan akan turun pada rentang bulan Oktober hingga November mendatang. Meski demikian, petani belum berani langsung menanam sekalipun hujan sudah turun di bulan Oktober.
“Walaupun nanti ada hujan di bulan Oktober, kami belum berani langsung tanam. Sebab tanah belum basah hingga ke dalam, takutnya tanaman tidak kuat hidup. Jadi kemungkinan besar kami baru bisa menanam serempak pada bulan November nanti,” terangnya.
Pola Tanam Terhambat Kekeringan
Keterlambatan masuknya musim hujan membuat para petani terpaksa menunda jadwal tanam yang seharusnya sudah berlangsung pada awal musim hujan. Kondisi tanah yang masih kering hingga lapisan dalam membuat penanaman jagung maupun singkong berisiko tinggi mengalami kegagalan atau puso.
Sambil menunggu curah hujan yang cukup, para petani saat ini sibuk membersihkan semak belukar dan menyiapkan lahan agar siap segera ditanami begitu air hujan membasahi tanah secara merata.
Saran Dinas Pertanian: Tetap Pantau Prakiraan Cuaca
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur mengimbau petani untuk tetap memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG guna menentukan waktu tanam yang tepat. Penanaman yang terlalu dini saat kadar air tanah masih rendah dapat menyebabkan bibit gagal tumbuh dan merugi.
Hingga saat ini, para petani di Lampung Timur masih bersabar menunggu hujan turun dengan harapan musim tanam nanti dapat berjalan optimal dan hasil panen memuaskan.



