Radar24.co.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat mengantisipasi potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penyemprotan water mist dilakukan secara serentak di lima wilayah Jakarta pada Minggu (6/9) untuk membantu mengendalikan debu dan partikulat sekaligus menjaga kualitas udara.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah meski Jakarta secara geografis berada cukup jauh dari Gunung Anak Krakatau.
“Water mist ini merupakan langkah preventif untuk membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara, sekaligus menjaga kualitas udara di ruang-ruang aktivitas masyarakat,” ujar Uus saat memimpin pelaksanaan water mist di sejumlah ruas jalan Jakarta.
Pemprov DKI mengambil langkah antisipasi setelah sebaran abu vulkanik dilaporkan dapat dirasakan hingga kawasan Monas. Pemerintah memastikan penyemprotan bukan berarti seluruh wilayah Jakarta telah terdampak abu vulkanik, melainkan bagian dari upaya mitigasi sejak dini.
“Ini adalah langkah antisipasi. Kami terus memantau kualitas udara dan perkembangan sebaran partikulat. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,” kata Uus.
Pelaksanaan water mist dilakukan secara paralel di lima wilayah Jakarta dengan menyasar sejumlah koridor utama, di antaranya Silang Monas serta Jalan M.H. Thamrin–Jenderal Sudirman.
Pemprov DKI mengerahkan kendaraan tangki air dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Distamhut). Penyemprotan akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi aktual dan kebutuhan di lapangan.
Untuk mendukung mitigasi, Gulkarmat mengoperasikan water mist di tujuh titik. Masing-masing titik diperkuat dua unit sehingga total terdapat 14 unit dengan dukungan 70 personel. Setiap dua unit memiliki kapasitas tangki 10.000 liter.
DLH mengerahkan satu unit water mist mobile berkapasitas 1.000 liter dan dua tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Sementara Distamhut mengerahkan 77 tangki dan 144 personel.
Pemprov DKI juga mengajak pengelola gedung yang memiliki perangkat water mist untuk turut melakukan penyemprotan di lingkungan masing-masing.
Di tengah langkah antisipasi tersebut, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BMKG, guna memastikan kebijakan mitigasi didasarkan pada informasi resmi dan perkembangan kondisi di lapangan.
Uus mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah.
“Pemprov Jakarta akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga kualitas udara serta kesehatan masyarakat. Masyarakat tetap tenang, pemerintah tetap siaga,” pungkasnya.



