RADAR24.co.id — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh mulai memperkuat konsolidasi organisasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Penguatan struktur, pembinaan kader, pemetaan politik, hingga penjaringan bakal calon legislatif menjadi sejumlah agenda yang mulai disiapkan.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PPP Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Jumat, 18 September 2026. Rakerwil menjadi forum awal bagi kepengurusan DPW PPP Aceh periode 2026–2031 untuk menerjemahkan agenda organisasi ke dalam kerja politik di daerah.

Ketua DPW PPP Aceh, Dr. Amiruddin Idris, mengatakan konsolidasi menjadi fondasi penting untuk memastikan kesiapan struktur partai menghadapi agenda politik mendatang.

Menurut Amiruddin, PPP Aceh akan melakukan pemetaan strategi politik secara menyeluruh di setiap daerah. Selain itu, kader akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan politik sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi.

“PPP Aceh segera melakukan pemetaan strategi pemenangan secara menyeluruh demi memastikan kesiapan penuh menghadapi Pemilu 2029,” kata Amiruddin.

Agenda PPP Aceh tidak berhenti pada konsolidasi struktur. Partai juga mulai menyiapkan mekanisme penjaringan bakal calon anggota legislatif secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.

Amiruddin mengatakan persiapan dilakukan lebih awal sembari menunggu regulasi resmi terkait pelaksanaan Pemilu 2029.

“Semua ini bagian dari persiapan menghadapi kontestasi pemilu mendatang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kerja politik yang berkelanjutan di tingkat daerah. Pengurus partai diharapkan tidak hanya bergerak ketika tahapan pemilu dimulai, tetapi terus membangun komunikasi dan kerja organisasi di tengah masyarakat.

Dengan pola tersebut, konsolidasi internal diarahkan tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan administratif organisasi, melainkan membangun kesiapan kader dan struktur partai dalam menjalankan agenda politik secara berkesinambungan.

Selain membahas persiapan Pemilu 2029, PPP Aceh menyatakan dukungan terhadap program Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah.

Amiruddin menyebut dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen PPP untuk ikut mengawal pembangunan Aceh.

Menurutnya, kerja politik partai perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap agenda pembangunan dan kepentingan masyarakat Aceh.

Dalam konsolidasi kepengurusan baru, Amiruddin juga memperkenalkan semangat yang menjadi tagline kepengurusan DPW PPP Aceh periode 2026–2031, yakni “Hana So Keunek Publa.”

Tagline tersebut, kata Amiruddin, menggambarkan semangat untuk terus bergerak setelah organisasi memulai langkahnya.

“Artinya, kalau kami sudah memulai, tidak ada yang bisa menghalangi langkah kami,” kata Amiruddin.

Konsolidasi PPP Aceh akan berlanjut dengan agenda pelantikan pengurus DPW periode 2026–2031 bersama pengurus DPC PPP dari seluruh Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 19 September 2026.

Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari proses penguatan organisasi PPP Aceh setelah terbentuknya kepengurusan baru.

Dengan konsolidasi struktur, pembinaan kader, pemetaan politik dan penjaringan calon legislatif, PPP Aceh mulai menempatkan persiapan Pemilu 2029 sebagai agenda jangka menengah organisasi.