RADAR24.co.id –– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Lampung Timur memantik berbagai tanggapan dari masyarakat. Sejak peresmian berbagai infrastruktur hingga gelaran acara perayaan, warga memberikan penilaian beragam, mulai dari apresiasi atas kemajuan yang dicapai hingga harapan agar pembangunan bisa lebih merata di seluruh wilayah.

Meskipun pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan fasilitas publik dinilai cukup signifikan selama dua dekade lebih, masih ada catatan yang disuarakan warga terkait pelayanan dasar dan pemerataan hasil pembangunan.

Apresiasi Kemajuan, Harapan Lebih Baik

Salah satu warga Matarambaru, Budi Santoso (45), mengaku bangga melihat perubahan wajah Lampung Timur yang kini jauh lebih tertata dibandingkan awal pemekaran wilayah. Menurutnya, akses transportasi kini jauh lebih memadai.

“Sudah banyak perubahan yang terlihat, jalanan makin bagus, banyak juga bangunan baru yang berdiri. Ini bukti bahwa daerah kita terus berkembang. Semoga di usia ke-27 ini, Lampung Timur semakin maju dan masyarakatnya sejahtera,” ujar Budi, Senin 27/4/2026.

Senada dengan itu, Rina Anggraini, seorang ibu rumah tangga, berharap peringatan HUT ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan masyarakat kecil. Ia berharap adanya program yang lebih menyentuh ekonomi rakyat.

“Kami berharap bukan hanya perayaan seremonial saja, tapi ada manfaat nyata yang dirasakan warga. Semoga harga kebutuhan pokok bisa terkontrol dan ada bantuan yang tepat sasaran bagi yang membutuhkan,” tambahnya.

Suara Kritikan: Infrastruktur Belum Merata

Di sisi lain, tidak sedikit warga yang menyoroti ketimpangan pembangunan. Beberapa warga yang tinggal di wilayah pedalaman atau perbatasan mengeluhkan akses jalan yang masih rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

“Kalau di pusat kota memang sudah bagus, tapi kalau ke arah desa-desa atau pinggiran masih banyak jalan yang berlubang dan becek. Harapannya di usia ke-27 ini, pembangunan tidak hanya fokus di ibukota kabupaten saja, tapi sampai ke pelosok,” ungkap Ahmad, warga Desa Sribhawono.

Keluhan lain juga datang dari kalangan pemuda yang menyoroti minimnya lapangan pekerjaan. Mereka berharap pemerintah bisa menarik investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal, sehingga angka pengangguran bisa ditekan.

“Kami ingin Lampung Timur maju, tapi masalah pekerjaan masih menjadi PR besar. Banyak anak muda yang setelah lulus sekolah akhirnya harus merantau karena tidak ada kerjaan di sini. Semoga ke depannya ada pabrik atau usaha besar yang berdiri di sini,” tutur Dimas, seorang mahasiswa .

Harapan untuk Pelayanan Publik

Warga lainnya juga menyoroti aspek birokrasi dan pelayanan publik. Mereka berharap di usia yang ke-27 ini, tata kelola pemerintahan semakin bersih, transparan, dan melayani.

“Kami ingin pelayanan di kantor-kantor pemerintahan semakin cepat dan mudah. Tidak ada lagi pungli atau biaya tidak resmi. Intinya, kami ingin pemerintahan yang benar-benar bekerja untuk rakyat,” tegas seorang warga lainnya.

Secara keseluruhan, HUT ke-27 Lampung Timur menjadi cermin bahwa daerah ini telah berjalan jauh, namun masih memiliki pekerjaan rumah yang besar. Beragam tanggapan warga ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki diri demi terwujudnya Lampung Timur yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Sebelumnya, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengklaim bahwa perputaran ekonomi selama pelaksanaan Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam dalam rangka HUT ke-27 Lampung Timur mencapai angka fantastis. Total uang yang beredar selama sepuluh hari acara tersebut disebutkan mencapai Rp10,55 miliar.

Angka tersebut diumumkan secara resmi oleh Bupati Ela saat acara penutupan festival yang digelar di Lapangan Merdeka, Kecamatan Bandar Sribhawono, Sabtu malam (25/4/2026).

“Alhamdulillah, selama sepuluh hari pelaksanaan, perputaran ekonomi yang terjadi mencapai Rp10 miliar 550 juta,” ujar Bupati Ela.

Pencapaian ekonomi besar ini diraih berkat partisipasi sekitar 1.500 pelaku UMKM yang menampilkan dan menjual berbagai produk unggulan daerah. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata kesuksesan acara yang digelar untuk mendukung pelaku usaha lokal.

“Ini bukti bahwa Lampung Timur selalu berpihak kepada masyarakat dan pelaku UMKM. UMKM kita bela, UMKM kita beli, dan jalannya kita perbaiki,” tegasnya.