RADAR24.co.id – Krisis kelangkaan air bersih yang melanda Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, justru menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang air setempat. Situasi ini terjadi menyusul kerusakan pada instalasi Perusahaan Air Minum (PAM) yang memasok kebutuhan warga, Sabtu (2/5/2026).

Akibat kerusakan tersebut, hampir 200 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut, khususnya di Kampung Nelayan, mengalami kesulitan air untuk kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak selama hampir seminggu.

Agus Zen, salah satu warga, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pasokan air dari PAM yang biasanya mengalir lancar kini terhenti total sejak enam hari lalu.

“Ya benar, kami warga masih kesusahan air bersih karena PAM yang biasa menyuplai masih rusak. Jadi kami terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Agus.

Di tengah kesulitan warga, nasib baik justru dirasakan oleh pedagang air. Biasanya, mereka menjual air khusus untuk keperluan kapal nelayan yang akan melaut. Namun sejak PAM rusak, permintaan melonjak drastis dari warga rumah tangga.

Antoni, salah satu pedagang air di desa tersebut, mengaku omzetnya meningkat sangat signifikan. Jika pada hari biasa ia hanya mendapatkan pesanan 3 hingga 4 mobil, kini bisa mencapai 30 hingga 40 mobil dalam sehari semalam.

“Dari pagi sampai malam saya dapat pesanan air 30 sampai 40 mobil. Alhamdulillah, ini mungkin rezeki saya,” ujar Antoni dengan santai.

Dari sisi pendapatan, keuntungan yang didapat pun cukup besar. Satu mobil membawa 2 buah tangki (wadah besar) dengan kapasitas total 1.000 liter. Harga jual untuk satu tangki adalah Rp60.000, sehingga sekali jalan pedagang bisa meraup Rp120.000.

Jika dikalikan dengan total 40 mobil dalam sehari, maka perputaran uang yang didapat pedagang bisa mencapai sekitar Rp4.800.000 per hari.

Meski demikian, warga berharap pihak pengelola PAM dapat segera memperbaiki kerusakan agar pasokan air bersih bisa kembali normal dan beban biaya hidup masyarakat bisa berkurang.