RADAR24.co.id – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA menegaskan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui kerja sama strategis lintas provinsi bersama sejumlah BUMD Jawa Tengah. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran BUMD Aceh di tingkat nasional.

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Banda Aceh, Jumat (24/4/2026). Kolaborasi ini dirancang berlangsung selama satu tahun dengan fokus pada sektor strategis seperti energi, industri, dan agribisnis.

Dalam skema kerja sama tersebut, PT PEMA berperan aktif membangun sinergi dengan sejumlah BUMD Jawa Tengah, termasuk PT Jateng Agro Berdikari, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, dan PT Jateng Petro Energi. Selain itu, penguatan sektor keuangan juga dilakukan melalui kolaborasi antara Bank Jateng dan Bank Syariah Aceh.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menegaskan bahwa momentum ini menjadi bukti keseriusan PEMA dalam memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing Aceh di kancah nasional.

“PT PEMA hadir bukan hanya sebagai perusahaan daerah, tetapi sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi ini membuka ruang besar bagi investasi, inovasi, dan penguatan sektor unggulan Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi lintas wilayah ini akan mendorong lahirnya ekosistem ekonomi yang saling terhubung, mempercepat hilirisasi potensi daerah, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat.

Tak hanya melibatkan BUMD, kerja sama ini juga merangkul Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta asosiasi usaha seperti Kadin dan Hipmi dari kedua provinsi. Pendekatan kolaboratif ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah.

Dengan langkah strategis ini, PT PEMA semakin menegaskan brandingnya sebagai penggerak utama ekonomi Aceh, yang tidak hanya fokus pada pengelolaan potensi daerah, tetapi juga aktif membangun konektivitas dan kolaborasi antarwilayah demi masa depan ekonomi Aceh yang lebih maju dan berdaya saing.