RADAR24.co.id — Presiden Prabowo Subianto merinci sejumlah capaian strategis pemerintahannya selama 19 bulan memimpin Indonesia, sejak dilantik pada Oktober 2024. Salah satu yang paling disorot adalah keberhasilan mencapai swasembada pangan utama, mulai dari beras, jagung, hingga kebutuhan protein seperti telur dan ayam.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat menghadiri kegiatan Panen Raya Udang di kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Di hadapan petani dan masyarakat, Prabowo juga menegaskan target baru: Indonesia akan mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan, seiring percepatan pembangunan sektor peternakan dan perikanan.

“Alhamdulillah, dalam 19 bulan ini banyak yang sudah kita capai. Kita sekarang sudah swasembada beras, jagung, telur, dan ayam. Untuk daging, kita sedang genjot produksi. Insya Allah empat sampai lima tahun lagi kita sudah swasembada sepenuhnya,” ujar Prabowo dalam pidatonya, dikutip dari liputan6 dan keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Di tengah ketegangan geopolitik dan konflik yang melanda berbagai wilayah dunia, Prabowo menilai posisi ketahanan pangan Indonesia relatif aman. Meski begitu, ia mengingatkan pemerintah dan seluruh elemen bangsa tidak boleh lengah, melainkan terus memperkuat pertahanan negara dan kemandirian ekonomi agar tidak tergantung pada pihak lain.

“Dunia sedang tidak tenang, banyak perang dan perselisihan. Tapi kita bersyukur pangan kita aman. Tetapi kita harus waspada, kita harus kuat. Kekuatan itu penting supaya kekayaan negara kita bisa dijaga dan dinikmati seluruh rakyat,” tegasnya.

Prabowo kembali menegaskan komitmen menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang mengamanatkan bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Ia mengakui selama ini masih ada kebocoran besar dalam pengelolaan kekayaan alam, di mana keuntungan besar hanya dinikmati segelintir pihak, sementara masyarakat luas kurang merasakan manfaatnya.

“Indonesia sangat kaya raya. Tapi sayangnya masih banyak kekayaan kita yang bocor, diambil, atau dinikmati hanya sedikit orang. Ini akan kita hentikan. Kita pastikan kekayaan alam ini kembali untuk rakyat, untuk kemajuan bersama,” janji Prabowo, seraya menegaskan aturan dan pengawasan akan diperketat di sektor pertambangan, perkebunan, dan sumber daya alam lainnya .

Kehadiran Prabowo di Kebumen sekaligus meninjau langsung proyek budidaya udang seluas 100 hektare yang dinilainya telah berstandar dunia, dengan produktivitas mencapai 40 ton per hektare dan menyerap ratusan tenaga kerja lokal. Ia menjadikan lokasi ini sebagai contoh model pembangunan ekonomi yang produktif, berkeadilan, dan mendukung ketahanan pangan nasional .