RADAR24.co.id — Menyusul aksi unjuk rasa serentak Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menuntut perbaikan ekonomi dan evaluasi program strategis, Presiden Prabowo Subianto secara tegas memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dihentikan. Sebaliknya, pelaksanaannya akan diperketat agar terhindar dari penyimpangan dan korupsi.
Pernyataan itu disampaikan kepala negara dalam keterangan pers usai menerima laporan dampak aksi massa Jumat (12/6/2026). Prabowo menanggapi aspirasi mahasiswa namun menegaskan MBG menyentuh persoalan dasar kualitas sumber daya manusia.
“Saya haqul yakin ini jalan yang benar. Lebih baik anggaran dipakai beri makan anak-anak daripada dikorupsi. MBG tetap jalan, tapi kita benahi tata kelolanya, perketat pengawasan, dan tindak tegas siapa pun yang curang,” tegasnya.
Tanggapan Terkait Tuntutan
Dalam aksinya, BEM SI meminta pemerintah mengevaluasi efektivitas dan pengelolaan anggaran MBG yang dinilai membebani keuangan negara. Prabowo menyatakan anggaran program bersumber dari efisiensi belanja lain, bukan utang baru, dan defisit APBN tetap dijaga di bawah 3%.
“Kita hemat di pos yang tidak prioritas. Jangan sampai anak-anak stunting terus karena program ini dihentikan,” ujarnya, merujuk temuan lapangan soal gizi buruk.
Penertiban Berlangsung
Pemerintah telah menutup lebih dari 1.000 dapur yang tidak memenuhi standar gizi dan administrasi. Pengawasan kini diperkuat BPKP dan Kejaksaan Agung, menyusul kasus hukum yang menyeret pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator aksi BEM SI menyatakan pernyataan Prabowo didengar, namun meminta pembuktian nyata. “Kami terima komitmennya, tapi pengawasan harus transparan. Jangan hanya janji, tunjukkan perubahan di lapangan,” ujarnya.



