RADAR24.co.id – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui afiliasinya, PT Pertamina EP, kembali menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi nasional. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) strategis dengan PT Pertamina Hulu Rokan dan PT Cikarang Listrindo. Kesepakatan tersebut berlangsung di sela rangkaian kegiatan Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026, yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada Rabu (20/5/2026). Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi, sekaligus menjamin ketersediaan pasokan energi yang andal bagi sektor industri nasional.

Perjanjian pertama disepakati antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan, yang mencakup pasokan gas bumi bersumber dari Wilayah Kerja Pertamina EP Zona 4/Aset 2. Gas yang disalurkan melalui kerja sama ini akan dimanfaatkan secara khusus untuk mendukung operasional dan peningkatan produksi minyak serta gas bumi di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan.

Secara rinci, total volume yang terikat dalam kontrak kerja sama ini mencapai 37.981 Miliar Satuan Termal Inggris (BBTU), dengan masa penyaluran yang dimulai sejak Januari 2026 hingga kuantitas kontrak terpenuhi, atau paling lambat hingga 31 Desember 2030. Rencana penyaluran gas ditetapkan sebesar 11 BBTU per hari pada tahun 2026, yang kemudian akan ditingkatkan menjadi 30 BBTU per hari pada tahun 2027. Selanjutnya, volume penyaluran dijadwalkan sebesar 21 BBTU per hari pada periode tahun 2028 hingga 2030.

Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan setiap cadangan gas bumi yang dikelola dapat memberikan nilai tambah maksimal, terutama dalam memperkuat kinerja operasional rantai pasok hulu migas nasional.

“Melalui sinergi ini, kami terus mendorong optimalisasi pemanfaatan gas dari seluruh aset produksi untuk mendukung peningkatan lifting migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi negara. Kolaborasi antar entitas di lingkungan Pertamina Group menjadi kunci utama dalam memastikan sumber daya energi dikelola secara maksimal, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Hermansyah.

Selain kesepakatan antar-entitas Pertamina, PT Pertamina EP juga menandatangani perjanjian pasokan gas dengan PT Cikarang Listrindo. Dalam kerja sama ini, gas yang bersumber dari lapangan Struktur Akasia Bagus akan disalurkan guna memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berlokasi di kawasan industri Jababeka dan MM2100, Cikarang.

Volume pasokan yang disepakati mencapai 6,18 Juta Kaki Kubik Standar per Hari (MMSCFD). Pasokan energi ini diharapkan dapat menjamin keandalan operasional pembangkit listrik di kawasan tersebut, sehingga secara langsung mendukung kelancaran aktivitas sektor manufaktur dan industri yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Melalui dua kerja sama strategis ini, PHE semakin menegaskan peran sentralnya dalam memaksimalkan pengelolaan sumber daya gas bumi nasional, baik untuk kebutuhan operasional sektor hulu migas maupun untuk menjaga keberlangsungan industri strategis. Langkah ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam menjaga ketahanan energi nasional jangka panjang.

PHE juga menegaskan akan terus berinvestasi dan berinovasi dalam pengelolaan operasi serta bisnis hulu migas dengan senantiasa menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) demi keberlanjutan lingkungan dan sosial. Selain itu, PHE menjunjung tinggi prinsip integritas melalui komitmen Zero Tolerance on Bribery atau tanpa toleransi terhadap segala bentuk penyuapan. Perseroan terus memastikan pencegahan atas segala potensi kecurangan serta menjaga lingkungan kerja yang bersih dan transparan, salah satunya melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah mengacu pada standar internasional ISO 37001:2016.