Radar24.co.id- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan hasil penataan Jalan H.R. Rasuna Said sekaligus nama baru Halte Transjakarta Setiabudi Integritas, Minggu (21/6). Peresmian ini menandai berakhirnya keberadaan 109 tiang monorel yang terbengkalai selama hampir dua dekade di salah satu koridor utama ibu kota. Penataan sepanjang 3,8 kilometer yang dimulai pada Januari 2026 tersebut rampung dalam waktu sekitar lima bulan dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Pramono menegaskan, penataan Rasuna Said merupakan upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi warga sekaligus menyelesaikan persoalan kota yang telah melintasi beberapa periode pemerintahan. Selain membongkar tiang monorel, Pemprov DKI juga membenahi ruas jalan, drainase, trotoar, ruang hijau, penerangan, dan fasilitas pejalan kaki sehingga kawasan tersebut kini lebih tertata, nyaman, dan inklusif. Kawasan Rasuna Said juga telah ditetapkan sebagai lokasi Car Free Day setiap Minggu untuk memperluas ruang interaksi publik.
Dalam kesempatan yang sama, Halte Transjakarta Setiabudi resmi berganti nama menjadi Halte Setiabudi Integritas hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan KPK. Menurut Pramono, penamaan tersebut dimaksudkan untuk menghadirkan pesan integritas dan antikorupsi di ruang publik yang setiap hari dilalui masyarakat. Ia berharap penataan kawasan dan penguatan nilai integritas dapat berjalan beriringan dalam mendukung Jakarta sebagai kota global yang modern, tertata, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Apresiasi atas penyelesaian penataan Rasuna Said juga datang dari Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007, Sutiyoso. Ia mengaku terharu melihat perubahan kawasan yang selama bertahun-tahun identik dengan tiang monorel mangkrak. Menurutnya, langkah Pramono menunjukkan pentingnya keberlanjutan pembangunan lintas kepemimpinan, di mana persoalan yang belum terselesaikan pada masa lalu akhirnya dapat dituntaskan demi kepentingan masyarakat luas.



