RADAR24.co.id — Kasus dugaan praktik jual‑beli titik koordinat lokasi pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beredar lewat video TikTok sejak enam hari lalu hingga kini belum mendapat penjelasan langsung dari pihak yang disorot.
Berinisial MH atau bernama lengkap M. Muslih, selain menjabat Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fatah di Kecamatan Way Bungur juga memegang jabatan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung Timur.
Menurut keterangan yang beredar, MH menjual hampir 75 titik lokasi dapur MBG dengan harga bervariasi Rp200 juta hingga Rp350 juta per titik. Ia juga diduga meminta bagian Rp200–Rp300 per porsi di setiap lokasi, serta sudah pernah dipanggil satu kali oleh Kejaksaan Agung.
Hingga berita ini disusun, upaya Radar24.co.id menghubungi MH melalui pesan singkat belum mendapat jawaban atau penyangkalan resmi. Ia memilih tetap diam meski tuduhan itu memicu beragam tanggapan tajam warga di media sosial.
Kepastian hukum masih menunggu penjelasan dari pihak terkait maupun hasil penelusuran lebih lanjut aparat penegak hukum atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penentuan lokasi program nasional tersebut.
Sebelumnya, Lampung Timur dibuat heboh beredarnya sebuah video di TikTok yang menyebut dugaan praktik jual‑beli titik koordinat lokasi pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (21/6/2026).
Video telah tersebar selama enam hari melalui akun @tukangngeledek0, yang menyoroti sosok berinisial MH, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fatah di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur.
Dalam keterangan video tersebut diduga MH menjual koordinat hampir 75 titik lokasi dapur MBG dengan harga bervariasi antara Rp200 juta hingga Rp350 juta per titik.
MH juga diduga meminta bagian sebesar Rp200 hingga Rp300 per porsi makanan di setiap lokasi dapur yang dibangun. Terkait dugaan ini, pihak yang bersangkutan sudah pernah dipanggil satu kali oleh Kejaksaan Agung.



