Radar24.co.id– Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta menjadi momentum Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan hadiah nyata bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, sejumlah proyek strategis yang telah lama direncanakan akhirnya dapat diwujudkan sebagai bagian dari estafet pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam rangkaian HUT Jakarta, Pramono meresmikan Infrastruktur Terpadu Jakarta International Stadium (JIS)–Ancol yang meliputi aktivasi Stasiun KRL JIS, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) penghubung, serta Gerbang Ancol. Infrastruktur tersebut menghubungkan kawasan JIS dengan jaringan transportasi publik sehingga memudahkan mobilitas masyarakat menuju pusat olahraga, hiburan, dan kawasan wisata.

Peresmian tersebut bukan hanya menjadi kado ulang tahun bagi warga Jakarta, tetapi juga menandai terwujudnya salah satu visi yang telah lama dirancang pada masa pemerintahan sebelumnya.

Saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pernah menyampaikan harapannya agar JIS terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik, termasuk Kereta Rel Listrik (KRL). Harapan tersebut bahkan dituangkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah (RPD) DKI Jakarta Tahun 2023–2026 yang ditandatangani pada 10 Juni 2022.

Kala itu, Anies menegaskan bahwa pembangunan JIS tidak cukup hanya menghadirkan stadion bertaraf internasional, tetapi juga harus didukung konektivitas transportasi massal agar mudah diakses masyarakat. Harapan tersebut kini terealisasi pada masa kepemimpinan Gubernur Pramono Anung melalui pengoperasian Stasiun KRL JIS beserta infrastruktur pendukungnya.

Pramono menegaskan pembangunan Jakarta tidak semata menghadirkan infrastruktur baru, melainkan memastikan seluruh kawasan strategis saling terhubung sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal.

“Karena itu, konektivitas antara JIS, Ancol, dan transportasi publik menjadi langkah penting dalam mewujudkan Jakarta yang lebih modern dan nyaman,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan, integrasi JIS dan Ancol akan mendorong semakin banyak masyarakat menggunakan transportasi publik, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun menghadiri berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.

Semangat melanjutkan hal-hal baik juga terlihat dari penyelesaian penataan Jalan H.R. Rasuna Said. Sehari sebelum HUT Jakarta, Pramono meresmikan kawasan tersebut setelah berhasil membongkar 109 tiang monorel mangkrak yang selama hampir dua dekade menjadi pemandangan di salah satu koridor utama ibu kota.

Penyelesaian proyek tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007, Sutiyoso. Ia mengaku terharu melihat kawasan Rasuna Said kini jauh lebih tertata dibanding sebelumnya.

“Sekarang indah dan nyaman untuk banyak orang. Atas nama masyarakat, khususnya yang sering melintas di Rasuna Said, saya mengucapkan, ‘Maturnuwun, Mas Pram. Terima kasih,'” ujar Sutiyoso.

Rangkaian pembangunan tersebut memperlihatkan bahwa Jakarta dibangun melalui kesinambungan kebijakan lintas kepemimpinan. Berbagai gagasan yang telah dirintis para gubernur sebelumnya dapat diteruskan, disempurnakan, dan dituntaskan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Momentum HUT ke-499 Jakarta pun menjadi simbol bahwa pembangunan kota tidak berhenti pada pergantian kepala daerah. Di era Gubernur Pramono Anung, sejumlah legacy yang telah dirancang oleh para pendahulunya—mulai dari integrasi transportasi menuju JIS hingga penyelesaian persoalan tiang monorel di Rasuna Said—berhasil diwujudkan sebagai hadiah bagi warga Jakarta sekaligus fondasi menuju kota yang semakin modern, terhubung, dan nyaman.