RADAR24.co.id – Siang itu, Sabtu (25/7/2026), udara di Dusun 10 Desa Sribawono, Kecamatan Bandar Sribawono, terasa biasa saja. Namun sekejap mata, kepulan asap tipis berubah menjadi lahar api yang menggerogoti tempat berteduh satu-satunya milik Iswanti (45), seorang janda yang hidup sederhana bersama anak-anaknya.

Pukul 10.45 WIB, Iswanti hendak membereskan halaman dengan membakar tumpukan sampah di bagian belakang rumah. Ia tak menyangka, angin sepoi-sepoi tiba-tiba berubah arah, membawa nyala api yang membesar dengan cepat menuju tumpukan kayu bakar yang tersusun rapi di dekat dapur. Dalam hitungan menit, lidah api mulai menjilat bangunan dapur, lalu perlahan meluas hingga ke bagian utama rumah.

Jeritan Iswanti memecah kesunyian. Warga sekitar yang menyadari bahaya langsung berlarian membawa ember, gayung, dan peralatan seadanya. Mereka bahu-membahu berusaha menahan amukan api agar tak merambat ke rumah tetangga sekaligus menyelamatkan barang-barang milik korban. Suara teriakan, deru napas warga, dan gemeretak kayu yang terbakar menyatu menjadi satu pemandangan yang memilukan.

Tak lama kemudian, unit pemadam kebakaran tiba di lokasi. Perjuangan memadamkan api ternyata tidak sebentar. Butuh waktu hampir dua jam, hingga tepat pukul 13.00 WIB, kobaran api benar-benar berhasil dilumpuhkan.

Kepala Desa Sribawono, Wisnu, membenarkan peristiwa tersebut. Meski bangunan utama tidak rata dengan tanah, kerugian yang ditanggung korban cukup besar bagi ukuran kehidupan mereka.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta. Bagian dapur dan sejumlah ruangan rusak parah terbakar,” ungkap Wisnu.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi seluruh warga, betapa berbahayanya membakar sampah sembarangan, terlebih saat cuaca sedang kering. Sementara itu, warga setempat kini berinisiatif mengumpulkan bantuan seadanya untuk meringankan beban Iswanti dan anak-anaknya yang kini terpaksa mengungsi sementara di rumah kerabat.