RADAR24.co.id — Lampung, Konsolidasi 36 Tahun Humanika di Jakarta mulai mendapat perhatian serius dari aktivis lintas generasi di Lampung. Sebanyak 55 aktivis dan anggota Humanika dari berbagai daerah di Lampung dipastikan tengah mematangkan persiapan keberangkatan menuju Jakarta.

Kepastian tersebut disampaikan saat sejumlah aktivis lintas generasi Humanika Lampung menyambut kedatangan pendiri Humanika, Bursah Zarnubi, di ruang tunggu VIP Bandara Radin Intan II, Selasa (11/8/2026).

Mantan Koordinator Presidium Humanika Lampung, Ahmad Jahri, mengatakan, jumlah 55 orang tersebut merupakan laporan sementara dari sejumlah daerah yang menyatakan kesiapan untuk menghadiri agenda konsolidasi.

“Laporan sementara, 55 anggota Humanika Lampung dari berbagai daerah siap berangkat mengikuti konsolidasi di Jakarta,” ujar Jahri.

Menurutnya, keberangkatan tersebut bukan sekadar menghadiri agenda organisasi, tetapi menjadi bagian dari upaya mempertemukan kembali aktivis lintas generasi yang selama ini memiliki rekam jejak dalam berbagai dinamika sosial, demokrasi, dan gerakan kemanusiaan.

Humanika dan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) merupakan dua organisasi yang memiliki keterkaitan historis dengan Bursah Zarnubi sebagai salah satu tokoh pendiri. Jejaring aktivis yang dibangun sejak era pergerakan tersebut hingga kini terus berkembang dan menjadi bagian dari dinamika organisasi kemasyarakatan serta gerakan kebangsaan di berbagai daerah.

Bursah: Jangan Berhenti Mengawal Kemanusiaan

Bursah Zarnubi yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lahat, Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), memberikan pesan khusus kepada aktivis Humanika Lampung.

Bursah mengingatkan agar momentum 36 tahun Humanika tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun nostalgia sejarah pergerakan.

Menurut dia, konsolidasi harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali gagasan, jejaring, dan komitmen aktivis dalam mengawal kepentingan masyarakat.

“Arah konsolidasi ini adalah membangun sinergi bersama. Humanika adalah bagian tak terpisahkan dari gerakan aktivis pra dan pascareformasi. Jangan pernah berhenti mengawal hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai wujud keadilan sosial,” tegas Bursah.

Pesan tersebut dinilai relevan di tengah perubahan sosial dan politik yang terus berlangsung. Aktivis tetap memiliki ruang penting untuk memberikan kritik, pengawasan, sekaligus gagasan konstruktif terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

Aktivis Lintas Organisasi Hadiri Pertemuan

Penyambutan Bursah di Bandara Radin Intan II turut dihadiri sejumlah figur lintas organisasi dan lembaga politik lokal.

Di antaranya pengurus Humanika Lampung Rustamaji, Ketua DPW PGK Provinsi Lampung Andri Trisko beserta perwakilan pengurus PGK kabupaten/kota, Ketua Presidium KAHMI Lampung Dr. Budiono, serta Ketua KAHMI Lampung Utara.

Hadir pula sejumlah komisioner KPU tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pengurus HKTI Lampung Timur, hingga jajaran pengurus HMI Cabang Bandar Lampung.

Dengan kesiapan 55 aktivis dari Lampung, agenda Konsolidasi 36 Tahun Humanika di Jakarta diproyeksikan menjadi momentum penting untuk mempertemukan kembali jejaring aktivis lintas generasi sekaligus memperkuat komitmen terhadap demokrasi, hak asasi manusia, dan nilai-nilai kemanusiaan.