RADAR24.co.id — Video ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi tengah berbicara di hadapan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mendadak viral dan memicu gelombang spekulasi politik.

Dalam video tersebut, Budi Arie mengajak audiensnya untuk tidak terpaku pada skenario politik konvensional menuju Pemilu 2029.

Dengan nada serius, ia menyinggung soal insting politiknya mengenai kemungkinan adanya percepatan.

“Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong soal Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?” ucap Budi Arie yang langsung dijawab dengan seruan “Siap!” dari audiens.

Lebih jauh, Budi Arie mendeskripsikan kondisi masyarakat saat ini sebagai sebuah anomali.

Ia membandingkan dinamika sosial dan ekonomi saat ini dengan patahan sejarah pada masa transisi Orde Baru ke Reformasi tahun 1997-1999.

“Ini terjadi yang namanya, kalau menurut pendapat saya, terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy,” ucap Budi Arie.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Projo, Freddy Alex Damanik, menjelaskan bahwa video yang tengah menjadi sorotan masyarakat tersebut merupakan potongan dari rekaman yang lebih panjang.

Menurutnya, isi pernyataan dalam video itu berkaitan dengan pemaparan sejumlah kemungkinan dalam dinamika politik.

“Saya ingin memberikan penjelasan untuk menanggapi beredarnya potongan video di media sosial yang menggambarkan pandangan Budiari Setiadi, ketua umum Projo, tentang situasi politik saat ini. Pertama, video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan,” ujar Freddy kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).