RADAR24.co.id — Video viral yang menyindir pemerintah daerah Lampung Timur di media sosoial adalah seorang warga Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribawono, sukses memancing ribuan komentar netizen,”Izin Bu Bupati, tahun ini kami tidak bayar pajak karena kami sedang membangun jalan sendiri,”cetus pria dalam video itu.

Kalimat singkat itu menjadi simbol kekecewaan warga yang memilih menyelesaikan persoalan infrastruktur dengan cara paling sederhana yaitu urunan uang, tenaga, dan gotong royong membangun jalan yang mereka lalui.

Terlihat puluhan warga sejak Rabu (1/7/2026) turun langsung mengecor jalan lingkungan sepanjang sekitar satu kilometer dengan berbahan material Semen, batu, pasir, hingga ongkos tenaga kerja berasal dari swadaya masyarakat.

Menanggapi video viral itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memastikan pemerintah daerah sebenarnya telah memantau kondisi jalan di wilayah tersebut.

Menurut Ela, Dusun Umbul Glimbung berada di kawasan register sehingga pembangunan memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.

Wilayah itu sudah kami monitor, pemerintah daerah juga telah membangun infrastruktur jalan di kawasan tersebut pada tahun sebelumnya. Namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena masih banyak ruas jalan yang harus ditangani,”kata Ela saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (4/7/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pembangunan belum mampu menjangkau seluruh ruas jalan yang dibutuhkan masyarakat.

Karena itu, menurut Ela, gotong royong warga justru menjadi bentuk partisipasi masyarakat untuk mempercepat perbaikan di titik-titik yang belum masuk program pembangunan di sejumlah titi.

Memang masyarakat berinisiatif bergotong royong agar jalan bisa segera digunakan, ada ruas sekitar satu kilometer yang diperbaiki secara swadaya sambil menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah,”terangnya.

Ela juga menduga jalan yang muncul dalam video viral tersebut memang belum termasuk dalam tahapan pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah.

Meski demikian, ia memastikan aspirasi warga menjadi catatan penting bagi Pemkab Lampung Timur.

,”Jalan yang dikeluhkan warga kemungkinan belum sampai pada tahapan pembangunan yang sudah kami kerjakan, aspirasi ini menjadi masukan bagi kami karena kebutuhan infrastruktur jalan memang menjadi harapan terbesar masyarakat,”katanya.