RADAR24.co.id — Kemarau panjang telah memukul petani di Lampung Timur, seratusan hektare sawah di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah, terdampak kekeringan. Kamis (27/8/2026).

Sejumlah petani bahkan terpaksa memanen padi lebih awal, bukan untuk dijual, melainkan dijadikan pakan ternak agar kerugian tidak semakin besar.

Tanaman padi yang seharusnya masih tumbuh di lahan ini, terpaksa dipanen lebih awal.

Kekeringan membuat tanaman tidak mendapatkan cukup air, sehingga petani khawatir hasil panen semakin menurun.

Salah satunya Nursaid, dari satu koma dua lima hektare lahan miliknya, seperempat hektare terpaksa dipanen lebih awal.

Padi tersebut ditanam sejak Mei lalu, namun hingga kini tidak kunjung mendapatkan pasokan air.

Dalam kondisi normal, seperempat hektare sawah ini bisa menghasilkan sekitar dua ton padi dengan kualitas baik.

Namun tahun ini, hasilnya terancam jauh menurun.m, biaya produksi seperti membajak lahan dan membeli pupuk juga sudah dikeluarkan.

Kini, padi yang tidak bisa tumbuh maksimal dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi.

Kondisi berbeda dilakukan Yanto, dari dua koma lima hektare lahan miliknya, satu hektare terdampak kekeringan dan juga terancam dipanen lebih awal untuk pakan ternak.

Sementara satu koma lima hektare lainnya masih berusaha diselamatkan.

Yanto mengandalkan sumur bor milik petani lain untuk mengalirkan air ke sawahnya.

Namun upaya tersebut membutuhkan biaya besar, dalam tiga hari tiga malam, sekitar 60 liter bahan bakar atau senilai 720 ribu rupiah harus dikeluarkan untuk mengairi lahan seluas satu koma lima hektare.

“Biaya yang harus dikeluarkan banyak untuk air, belum lagi nanti pas panen hasilnya belum tentu cukup untuk masa tanam selanjutnya,” Keluhnya.

Ia bahkan harus bermalam di sawah untuk memastikan air terus mengalir ke lahan.

Menurutnya, upaya menyelamatkan tanaman kini menjadi pilihan untuk mempertahankan hasil panen di tengah kemarau panjang.

Sementara lahan yang tidak terjangkau sumber air, terpaksa dipanen lebih awal dan dialihkan menjadi pakan ternak.

Berdasarkan pantauan, sebagian tanaman padi terlihat tidak berisi atau gabug. Sejumlah saluran irigasi juga mulai mengering, sementara tanah di area persawahan tampak retak. Kondisi ini membuat sebagian petani memilih memanen padi lebih awal, untuk mengurangi kerugian dan memanfaatkannya sebagai pakan ternak.

(Hadi Jakariya)