Radar24.co.id- Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung melanjutkan pembangunan jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang rencananya telah digagas sejak era Gubernur Fauzi Bowo.
Proyek yang telah melalui kajian sejak 2013–2014 itu sempat tertunda karena proses pembebasan lahan yang berjalan bertahap, termasuk terdampak pandemi Covid-19. Kini, Pemprov DKI kembali mendorong penyelesaiannya dengan menargetkan seluruh proses pembebasan lahan rampung pada 2026 dan pembangunan fisik selesai pada 2027.
Saat meninjau lokasi di Jalan Pagu Jaten Raya, Senin (14/9), Pramono menegaskan pentingnya melanjutkan pekerjaan yang sudah direncanakan sebelumnya agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Pembebasan lahan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen dari kebutuhan 118 bidang dengan luas sekitar 13.890 meter persegi. Pemprov DKI menargetkan sisa proses pengadaan tanah dapat diselesaikan hingga akhir November atau awal Desember 2026.
Jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer tersebut nantinya menghubungkan Jalan Rawajati Timur, Jalan Kemuning Raya, hingga Jalan Tanjung Barat Raya di sisi selatan Markas BIN. Dengan lebar 18–23 meter, jalan ini diharapkan meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Pasar Minggu dan sekitarnya.
Proyek ini juga memiliki manfaat keselamatan karena setelah jalan selesai, perlintasan sebidang di Simpang Volvo akan ditutup sehingga tidak lagi terjadi perpotongan langsung antara jalan raya dan jalur kereta api.
Bagi Pramono, pembangunan Jakarta tidak harus selalu dimulai dari nol. Program yang sudah baik dan telah direncanakan oleh pemerintahan sebelumnya perlu diteruskan, diselesaikan, dan dibuat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Dengan pendekatan tersebut, kesinambungan menjadi bagian penting dalam pembangunan Jakarta: yang sudah baik dilanjutkan, yang tertunda diselesaikan, dan yang belum tuntas didorong hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



