RADAR24.co.id — PT Hakaaston (HKA) Unit Produksi Lematang kembali memperluas program pemberdayaan masyarakat di sekitar Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter). Setelah membina Desa Panca Tunggal melalui pemanfaatan limbah sampah jalan tol menjadi produk bernilai ekonomi, kini HKA menyasar Desa Lematang dengan fokus pengembangan ekonomi kreatif berbasis limbah rumah tangga, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program “Lebih Dekat dengan HKA”, yang dilaksanakan rutin setiap bulan dengan tujuan memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekaligus menggali potensi ekonomi desa di sepanjang ruas tol.

Manager Public Affairs HKA Ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, M. Alkausar, mengatakan bahwa setiap desa memiliki karakteristik dan potensi berbeda sehingga pendekatan pembinaannya tidak dapat diseragamkan.

“Di Panca Tunggal, kami mendorong pemanfaatan limbah dari aktivitas jalan tol. Sementara di Lematang, kami ingin mengembangkan limbah rumah tangga menjadi produk kreatif bernilai jual dengan melibatkan kelompok ibu-ibu sebagai penggerak ekonomi keluarga,” ujar Alkausar.

Menurutnya, program di Desa Lematang akan diarahkan pada pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk kerajinan, dekorasi, dan berbagai produk kreatif yang dapat diproduksi secara berkala serta memiliki peluang pemasaran.

“Kami tidak ingin program pemberdayaan hanya bersifat seremonial. Harus ada produk yang dihasilkan, nilai ekonomi yang tercipta, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Selain pemberdayaan ekonomi, program Lebih Dekat dengan HKA juga menjadi ruang edukasi mengenai profil perusahaan, keberadaan Unit Produksi Lematang, serta peran HKA dalam mendukung pemeliharaan infrastruktur Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.

Alkausar menegaskan, keberadaan perusahaan harus memberikan kontribusi positif terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat di wilayah operasionalnya.

“ Kehadiran HKA Unit Produksi Lematang harus memberikan dampak nyata, bukan hanya melalui infrastruktur, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Melalui program tersebut, HKA berharap pengelolaan limbah berbasis ekonomi kreatif dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan, kreativitas perempuan, dan peningkatan ekonomi keluarga di sekitar jalan tol.