RADAR24.co.id — Dokter muda ditemukan tewas di rumah kost di Kota Metro, dipastikan akibat sakit. Namun begitu penyakit yang diderita korban tidak dapat diungkap ke publik.
Hal itu terungkap pada saat konperensi pers oleh Dirjend kesehatan, dan Kepolisian Kota Metro, di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Ahmad Hanafiah, Sukadana, Lampung Timur. Kamis (23/07/26).
Hadir pula Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Federasi Serikat Pekerja Medis Indonesia (FSPMI) Staf Ahli Bidang Pemerintah an Kab Lampung Timur, Wakapolres Lampung Timur, ,plt direktur RSUD dan Jajaran.
“Korban meninggal disebabkan akibat sakit yang tidak bisa diungkapkan di publik” Ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Dirjen SDMK) Kementerian Kesehatan RI , Yuli Farianti.
Menurutnya tim Kementrian Kesehatan dan Kepolisian telah melakukan investigasi terkait kasus tersebut.
” Hasil investigasi, tidak ditemukan kelebihan beban kerja, perburuhan dan intimidasi” Kata Yuli
“Almarhum sempat meminta izin berobat diberikan sesuai dengan kebutuhan di RS Mardi Waluyo, dan Almarhum sempat menjalani pengobatan penyakit yang diderita” Imbuhnya.
Kapolresta Metro AKBP Hangga Utama Darmawan mengatakan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Selain itu seluruh ruangan tempat korban ditemukan tertutup dan tidak ditemukan adanya orang lain yang masuk ke lokasi.
“Baik pintu maupun jendela tidak ditemukan hal yang mencurigakan, karena apabila ada orang masuk lewat pintu atau jendela akan terekam oleh kamera cctv” terang Kapolres.
Sebelumnya Seorang dokter muda yang tengah menjalani program koas di Rumah Sakit Sukadana ditemukan tewas di dalam kamar Guest House Sakinah, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban diketahui bernama Zulfikar (25), mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa di kamar nomor 126 yang berada di lantai dua penginapan tersebut.



