RADAR24.co.id — Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pejabat strategis di jajaran Kabinet Merah Putih. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi digantikan oleh Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.
Pengambilan sumpah jabatan Menteri Keuangan yang baru berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (14/9/2026). Suahasil kini memegang tampuk pimpinan Kementerian Keuangan untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Masa Jabatan Singkat Sekitar Satu Tahun
Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya dipercaya Presiden Prabowo menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada September 2025. Dengan demikian, masa pengabdiannya sebagai pemegang tampuk keuangan negara berlangsung sekitar satu tahun.
Pergantian ini terbilang sangat mengejutkan. Pasalnya, hanya beberapa hari sebelum dicopot, Purbaya masih aktif menjalankan agenda Kementerian Keuangan. Pada Kamis (10/9/2026), ia baru saja merombak ratusan pejabat di lingkungan Kemenkeu.
Saat itu, Purbaya menegaskan arah kebijakan yang ingin dibangun: APBN harus bekerja lebih cepat mendorong perekonomian, penerimaan diperkuat tanpa menambah beban masyarakat, belanja dibuat lebih efektif, sistem perpajakan dibenahi, namun disiplin fiskal tetap dijaga.
Pergantian di Tengah Isu Fiskal Memanas
Pergantian ini terjadi di tengah sorotan terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dan ketegangan di pasar. Salah satu isu yang mencuat adalah rencana kontribusi Danantara sebesar Rp120 triliun ke kas negara — yang sebelumnya memunculkan perbedaan pandangan mengenai mekanisme dan posisi Danantara dalam kebijakan tersebut.
Kantor berita Reuters melaporkan, pergantian ini muncul menyusul kekhawatiran investor dan analis terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia, meliputi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, pelebaran defisit fiskal, hingga ketegangan terkait kebijakan likuiditas.
Hingga saat ini, alasan resmi Presiden Prabowo mencopot Purbaya belum dijelaskan secara rinci.
Suahasil: Bukan Perubahan, Tapi Melanjutkan
Suahasil Nazara memberikan sinyal bahwa pergantian ini tidak berarti perubahan arah kebijakan fiskal.
“Ini bukan perubahan, tapi melanjutkan.” ujar Suahasil usai pelantikan. Ia menegaskan seluruh pekerjaan Kementerian Keuangan akan terus dilanjutkan, termasuk menjaga kredibilitas APBN.
Suahasil bukan wajah baru di lingkar kebijakan fiskal. Sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan, pengalamannya kini menjadi modal untuk langsung mengambil alih kendali kementerian yang memegang peran sentral pengelolaan keuangan negara.
Tantangan yang menanti cukup berat: menjaga kredibilitas fiskal, memastikan target penerimaan tercapai, mengendalikan belanja negara, serta menjaga kepercayaan pasar di tengah dinamika ekonomi global. Reuters menyebut Suahasil menekankan komitmen menjaga defisit fiskal tetap di bawah 3 persen terhadap PDB.
Apakah Akan Ada Perubahan Haluan?
Pergantian ini terjadi hanya beberapa hari setelah Purbaya melakukan restrukturisasi besar-besaran di tubuh Kemenkeu. Kini perhatian publik tertuju kepada Suahasil: apakah ia akan meneruskan seluruh agenda Purbaya, melakukan koreksi, atau membawa arah baru dalam pengelolaan APBN?
Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan apakah pergantian Menteri Keuangan kali ini sekadar pergantian figur, atau benar-benar menjadi titik balik kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto.



