RADAR24.co.id — Dibalik geliat pembangunan Kabupaten Pesawaran, masih ada warga yang harus bertahan di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Ibu Sanariah dan Bapak Sarnubi, warga RT 002/RW 001, Dusun Induk, Desa Hanau Berak, Kecamatan Padang Cermin, mengaku cemas rumah yang mereka tempati bersama keluarga sewaktu-waktu ambruk.
Rumah tersebut disebut telah berdiri sekitar dua puluh tahun. Seiring waktu, kondisi bangunan semakin mengalami kerusakan. Atap yang berlubang, dinding yang mulai mengkhawatirkan, serta tiang penyangga yang menurut mereka tidak lagi dalam kondisi baik, membuat rasa aman di dalam rumah semakin berkurang.
Kondisi itu menjadi semakin mengkhawatirkan ketika hujan deras disertai angin melanda kawasan tersebut. Bagi Sanariah dan Sarnubi, hujan bukan sekadar persoalan cuaca, melainkan juga menghadirkan kekhawatiran akan keselamatan keluarga yang berada di dalam rumah.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi rumah kami. Rasanya tinggal menunggu waktu kalau sampai roboh. Atapnya sudah banyak yang berlubang, dinding dan tiangnya juga sangat mengkhawatirkan. Kalau hujan disertai angin, kami benar-benar takut,” ujar Sanariah bersama Sarnubi, Senin (28/9/2026).
Persoalan mereka tidak berhenti pada kondisi fisik bangunan. Rumah tersebut, menurut keduanya, juga menjadi langganan genangan hingga terendam ketika debit air sungai Way Ratai meningkat saat musim hujan.
Posisi rumah yang disebut lebih rendah dibandingkan sejumlah rumah di sekitarnya membuat air lebih mudah masuk ke halaman dan bagian dalam rumah. Kondisi tersebut semakin terasa ketika terjadi luapan air dalam jumlah besar setelah hujan dengan intensitas tinggi.
“Kalau musim hujan, rumah kami selalu kebanjiran. Letaknya memang lebih rendah dibandingkan rumah tetangga. Kalau air sungai Way Ratai meluap, rumah kami termasuk yang lebih dahulu terendam,” ungkap mereka.
Kondisi rumah yang rusak dan ancaman banjir tersebut membuat Sanariah dan Sarnubi berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun lembaga terkait. Mereka mengaku tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaiki rumah secara mandiri.
“Kami ingin memperbaiki rumah, tetapi tidak punya biaya. Kalau kami punya uang, tentu sejak dulu rumah ini sudah kami perbaiki. Tolong sampaikan kepada Ibu Bupati dan DPRD Pesawaran, kami sangat membutuhkan perhatian,” kata Sanariah.
Mereka juga berharap dapat memperoleh informasi sekaligus kesempatan untuk mendapatkan bantuan melalui program perbaikan rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau warga yang rumahnya masuk kategori tidak layak huni, apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Sanariah dan Sarnubi menyebut mereka mendengar adanya masyarakat Pesawaran yang memperoleh bantuan perbaikan rumah melalui program Baznas. Karena itu, mereka berharap kondisi rumahnya juga dapat dilihat dan diverifikasi oleh pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami juga masyarakat Pesawaran. Kami hanya ingin rumah kami bisa diperbaiki agar lebih aman untuk ditempati. Kami mohon kepada Ibu Bupati dan bapak-bapak anggota DPRD agar melihat kondisi kami. Kalau memang ada program bantuan dan kami memenuhi persyaratan, kami berharap dapat dibantu,” pinta mereka.
Persoalan tersebut sekaligus menjadi perhatian terkait pendataan rumah tidak layak huni di tingkat desa dan kecamatan. Verifikasi lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi bangunan, tingkat kerusakan, status kepemilikan, kondisi ekonomi penghuni, serta potensi risiko keselamatan yang dihadapi keluarga.
Bagi Sanariah dan Sarnubi, bantuan perbaikan rumah bukan sekadar persoalan memperbaiki atap, dinding, atau tiang bangunan. Lebih dari itu, mereka berharap ada jaminan tempat tinggal yang lebih aman bagi keluarga, terutama ketika musim penghujan kembali datang.
Kini, harapan mereka tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran, DPRD Pesawaran, pemerintah desa, serta lembaga terkait agar kondisi rumah tersebut dapat ditinjau secara langsung. Mereka berharap keluhan yang disampaikan tidak berhenti sebagai cerita warga, tetapi ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan solusi sesuai ketentuan yang berlaku.
(Syamsul)



