RADAR24.co.id — Bentrokan berdarah antar warga dua desa di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara terjadi, Jumat (2/4/2026). Dua orang tewas dan sejumlah rumah dibakar dalam tawuran warga Desa Banemo dan Desa Sebenpopo tersebut.

Kedua kelompok warga saling serang menggunakan parang, tombak, hingga senapan angin di wilayah perbatasan desa. Bentrokan terjadi sejak pagi dan memuncak pada siang hari.

Aparat gabungan dari Polres Halmahera Tengah dan Kodim 1512 Weda dikerahkan ke lokasi untuk membubarkan massa dan meredam situasi.

Ketegangan tidak langsung mereda. Aksi pembakaran rumah warga dilaporkan terjadi di Desa Sebenpopo.

Situasi yang terus memanas membuat Polda Maluku Utara menurunkan personel Brimob untuk menambah kekuatan penanganan bentrokan. Total ada 250 petugas gabungan dikerahkan ke lokasi.

Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiu menjelaskan bentrokan dipicu penemuan jenazah oleh warga Desa Banemo hingga memicu ketegangan kedua desa.

“Tadi diawali dengan penemuan jenazah yang kita duga ini dari korban tindak pidana,” kata wakapolda.

Menurutnya, hingga kini ada dua warga meninggal dunia dalam bentrokan tersebut. Polisi masih berupaya mengendalikan situasi. Masyarakat diimbau menahan diri dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Untuk meredam ketegangan, tokoh kedua desa akan dipertemukan dengan melibatkan Forkopimda.

“Kita harapkan dengan kehadiran dari Forkompimda baik di Kabupaten Halmahera Tengah mapun tingkat satu bisa dipertemukan agar segera terselesaikan,” ujarnya.