RADAR24.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pasar valuta asing Jumat (22/5/2026) pagi berada di angka Rp17.659,00 per 1 Dolar AS. Posisi ini menunjukkan rupiah melemah sekitar 8 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sesi sebelumnya di level Rp17.651,00.
Angka tersebut tercatat dalam data acuan pasar dan sistem Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia. Pergerakan ini masih dalam rentang fluktuasi yang wajar, di tengah berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang memengaruhi pergerakan mata uang dunia.
Di pasar perbankan besar, nilai tukar bergerak mengikuti acuan tersebut. Bank Mandiri mematok kisaran beli Rp17.645 dan jual Rp17.675, sedangkan BCA berada di rentang Rp17.650 – Rp17.670 per Dolar AS, bergantung jenis layanan transaksi.
Pengamat ekonomi pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan pelemahan tipis ini dipicu penguatan indeks dolar AS akibat sentimen kehati-hatian investor. Meski demikian, kebijakan Bank Indonesia yang telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen masih berfungsi menahan tekanan lebih berat terhadap rupiah.
“Posisi Rp17.659 masih dalam perkiraan kami. Tekanan ada dari luar, namun intervensi dan kebijakan BI tetap menjaga agar pergerakan tidak terlalu liar dan tetap terkendali,” ujarnya.
Pemerintah dan Bank Indonesia menegaskan terus memantau pasar dan siap melakukan langkah tambahan demi menjaga stabilitas nilai tukar, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Masyarakat disarankan tetap memantau perkembangan, karena nilai tukar dapat berubah sepanjang jam perdagangan.



