RADAR24.co.id — Pernyataan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang menyoroti kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memantik perhatian publik. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa model kepemimpinan yang berjalan saat ini tidak layak untuk dilanjutkan.
Cak Imin menilai, arah kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut mengalami kemunduran. Ia bahkan menyebut ketua umum saat ini telah gagal dalam menjalankan fungsi kepemimpinan, sehingga perlu ada evaluasi menyeluruh.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum yang kemudian beredar luas di media sosial pada Selasa malam (22/4/2026). Dalam video yang beredar, Cak Imin tampak menyampaikan kritik secara terbuka di hadapan publik.
“Rezim seperti ini tidak boleh diteruskan. Kepemimpinannya sudah gagal,” ujar Cak Imin dalam potongan pernyataan yang viral.
Pernyataan ini langsung menuai beragam respons, baik dari kalangan internal NU maupun publik luas. Sebagian menilai kritik tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap arah organisasi, namun tak sedikit pula yang menganggapnya sebagai pernyataan politis yang berpotensi memicu polemik.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak PBNU terkait pernyataan tersebut. Namun, dinamika ini diperkirakan akan memanaskan diskursus menjelang agenda-agenda penting organisasi ke depan.
Kritik terbuka dari tokoh politik sekaligus figur yang memiliki kedekatan historis dengan NU ini mencerminkan adanya ketegangan dalam relasi antara politik dan organisasi keagamaan. Situasi ini juga menunjukkan bahwa ruang kritik terhadap institusi keagamaan semakin terbuka, meski tetap sensitif di tengah basis massa yang besar. Perkembangan lebih lanjut dari polemik ini masih dinantikan, terutama terkait klarifikasi konteks pernyataan serta respons resmi dari PBNU.



