RADAR24.co.id — Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyatakan Presiden Prabowo Subianto akan melakukan efisiensi anggaran secara ketat pada program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk menjaga disiplin fiskal dan kepercayaan publik di tengah ketidakpastian ekonomi global serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah anggota seperti Chatib Basri serta Firman Hidayat menyampaikan hal tersebut usai memaparkan hasil evaluasi program kepada Presiden di Istana Merdeka, Selasa (9/6/2026). Mereka menegaskan efisiensi dilakukan tanpa mengurangi kualitas gizi dan jumlah penerima manfaat.

“Pemerintah akan terus mengefisiensikan anggaran termasuk di MBG. Ini penting agar pengelolaan dana negara makin transparan dan tidak boros, sekaligus menjaga kepercayaan pasar dan investor,” ujar Anggota DEN Chatib Basri.

DEN menyebut efisiensi difokuskan pada pemangkasan biaya administrasi yang tidak produktif, penataan rantai pasokan, serta penguatan pengawasan agar tidak ada kebocoran dana. Berdasarkan survei DEN terhadap 800 titik layanan, sekitar 86,9 persen dapur MBG sudah bermitra dengan UMKM lokal yang dinilai lebih hemat dan mendorong ekonomi masyarakat.

Presiden Prabowo sebelumnya juga telah menegaskan bahwa pendanaan MBG bersumber dari hasil penghematan anggaran kementerian dan lembaga, bukan penambahan utang baru. Badan Gizi Nasional pun telah memangkas pagu anggaran dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun tahun ini lewat penyederhanaan operasional.

“Intinya program tetap berjalan, manfaat tetap terjaga, tapi pengelolaannya lebih ramping dan tepat sasaran,” tambah Firman Hidayat.