RADAR24.co.id — Perjuangan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) dan BEM-BEM kampus di sejumlah daerah di tanah air tak akan pernah surut dan tak mengenal kata menyerah. Mereka akan tetap bergerak menyuarakan jeritan rakyat. Mahasiswa tetap akan menggelar aksi untuk menyuarakan kenaikan harga BBM, ketidakadilan ekonomi, dan kehadiran tentara dalam ranah sipil.
Kabar terbaru, melalui unggahan media sosial Instagram resminya, @BEMUI, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI mengancam akan kembali turun ke jalan, Mereka akan menyuarakan jeritan rakyat di Bundaran HI untuk merebut kemenangan rakyat.
Mereka tetap akan berunjuk rasa lagi dengan tagar Menuju Indonesia Bangkrut meski belum memberitahu kapan waktunya.
Demo 12 Juni 2026 lalu, BEM UI dan segenap elemen mahasiswa lainnya diblokade oleh polisi hanya sampai gedung UOB Sudirman.
Mereka dihalangi saat menggelar long march menuju Bundaran HI.
Kali ini, lewat akun Instagram mereka, BEM UI mengancam akan turun ke jalan lagi.
Mereka menegaskan saat negara lebih sibuk menahan rakyatnya daripada mendengarnya, saat penguasa lebih takut pada rakyatnya daripada pada krisis yang mereka ciptakan sendiri, di situlah perjuangan sesungguhnya dimulai.
Berikut unggahan BEM UI untuk aksi berikutnya:
“KAMI AKAN DATANG LAGI MEREBUT KEMENANGAN,” tulis BEM UI.
Halo, UI dan Indonesia!
Saat negara lebih sibuk menahan rakyatnya daripada mendengarnya, saat penguasa lebih takut pada rakyatnya daripada pada krisis yang mereka ciptakan sendiri, di situlah perjuangan sesungguhnya dimulai.
“Kami tidak akan pernah menyerah. Selama keadilan belum berpihak kepada rakyat, perjuangan ini tidak akan pernah berhenti.”
“Kami akan datang lagi. Kami akan merebut Bundaran HI. Kami akan merebut kemenangan.”
#MenujuIndonesiaBangkrut,” tulis BEM UI.
“Akan ada aksi lanjutan,” tegasnya.
Mereka memang tidak mau lagi demo di DPR dan Istana melainkan memilih unjuk rasa di Bundaran HI, karena mereka merasa selama ini sudah tak pernah didengar oleh perwakilan rakyat di DPR dan juga istana.
Dihadang Aparat dan Dilarang Aksi di Bundaran HI
Sebelumnya pada Jumat 12 Juni 2026, para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Front Mahasiswa Nasional menggelar aksi demo. Mereka longmarch sejak dari Dukuh Atas menuju bundaran Hotel Indonesia (HI).
Namun ditengah jalan aksi mahasiswa dihadang dan dihalangi oleh polisi saat hendak menuju ke Bundaran HI untuk menggelar aksi.
Video video mereka dihalangi diunggah ke Instagram FMN.
Mereka dihadang polisi di Flyover Semanggi.
“Betul, tapi kami berupaya tetap ke titik di Bundaran HI,” ungkap para korlap aksi demo.
Tuntutan yang paling kencang disuarakan oleh para mahasiswa adalah hancurnya nilai Rupiah terhadap Dolar AS, Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sarat korupsi, dan harga Pertamax yang naik gila-gilaan.
FMN menegaskan kloter pertama massa aksi mahasiswa Universitas Indonesia yang terdiri dari 300 mahasiswa tertahan di kawasan flyover Semanggi, Jakarta.
Rombongan menggunakan enam bus dihadang 100 personel Sabhara dan Brimob saat dalam perjalanan menuju Bundaran HI.
Mahasiswa yang berada dalam rombongan tersebut tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan ke lokasi aksi di Bundaran HI. Hingga informasi ini diterbitkan, massa masih berada di lokasi penghadangan.
“Rezim Fasis Prabowo Subianto berupaya memberangus perjuangan rakyat dengan berbagai cara dan kekerasan!” tulis FMN.
Atas segala permasalahan yang ada, BEM UI mewakili rakyat Indonesia menyatakan muak dan menuntut kepada pemerintah atas lima poin.
Berikut ini adalah tuntutan yang diusung BEM UI untuk Presiden Prabowo Subianto.
– Stop Pemborosan APBN
– Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM
– Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
– Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
– Prabowo berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah.



