RADAR24.co.id — Kurang dari dua minggu lagi, tepatnya pada 28 Juni 2026, kawasan Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur akan menjadi pusat perhatian lewat pelaksanaan Festival Budaya Sekappung Limo Migo yang kedua. Menjelang hari pelaksanaan, panitia bersama Bela Budaya Nusantara, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur terkait menggelar rapat penguatan untuk memastikan segala persiapan matang.
Rapat dipimpin langsung Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono, dan Ketua DPC setempat, Nurdin Minak Guling. Di dalamnya dibahas mulai pengaturan keamanan, urutan pertunjukan budaya, hingga rencana kunjungan mantan Presiden RI ke‑7, H. Joko Widodo, ke Joglo Bela Budaya Nusantara di lokasi yang sama.
Ketua Panitia, Ibrahim Restu Saka, mengungkapkan persiapan telah mencapai 85 persen. Dukungan terus mengalir dari pemerintah daerah, penaja, tokoh lintas kalangan, hingga petugas kepolisian, petugas keamanan masyarakat, dan petugas perlindungan masyarakat Desa Pugung Raharjo.
“Kami mengajak seluruh warga turut menjaga ketertiban agar festival berjalan lancar, tertib, dan tetap bernilai budaya,” ujar Ibrahim.
Lebih dari Sekadar Perayaan
Festival ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan wadah menghidupkan kembali adat, kesenian, dan warisan leluhur masyarakat Sekappung Limo Migo. Tujuannya juga mengajak generasi muda lebih mengenal, merawat, dan mengembangkan budaya daerah di tengah arus perubahan zaman.
Momen ini makin berarti setelah Desa Pugung Raharjo secara resmi ditetapkan menjadi Desa Wisata Budaya lewat Surat Keputusan Pemerintah Provinsi Lampung — satu dari 16 desa serupa di seluruh provinsi. Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono yang bergelar Pangeran Bela Budaya, menilai penetapan itu menjadi landasan kuat melindungi situs bersejarah setempat.
“Taman Purbakala Pugung Raharjo menyimpan benteng tanah kuno, batu zaman batu besar, hingga benda peninggalan masa lampau. Ia bukan sekadar tempat bersejarah, melainkan pusat potensi wisata dan pendidikan sejarah Lampung,” tegasnya.
Sambut Tokoh Nasional, Tetap Jaga Kemurnian Budaya
Dalam rapat juga dibahas rencana kunjungan Joko Widodo yang diperkirakan berlangsung sekitar dua jam dan bertepatan dengan pelaksanaan festival. Ibrahim menegaskan panitia terbuka menerima siapa saja, namun memasang batasan tegas: dilarang membawa unsur politik praktis.
“Kehadiran beliau dan tamu lain kami sambut baik. Namun kami meminta tidak mengenakan atribut partai atau lambang politik apa pun, supaya keindahan dan makna budaya tetap terjaga sepenuhnya,” tegasnya.
Pernyataan itu mendapat dukungan penuh seluruh jajaran Bela Budaya Nusantara. Panitia berharap festival ini menjadi titik temu persatuan masyarakat, sarana pelestarian budaya, sekaligus jendela memperkenalkan kekayaan sejarah Lampung Timur ke khalayak lebih luas.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan berkah bagi seluruh warga Lampung Timur, provinsi ini, serta semua yang menjaga warisan leluhur,” pungkas Ibrahim.



