RADAR24.co.id –– Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di perlintasan sebidang Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.50 WIB .

Sebuah mobil Toyota Avanza yang membawa sembilan orang tertabrak oleh Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya yang melaju dari arah barat . Akibat benturan keras, mobil terpental sejauh 20 meter hingga menabrak tiang listrik dan jatuh ke area persawahan.

Dari kejadian tersebut, tercatat empat orang meninggal dunia, termasuk seorang balita berinisial Pipi (8 tahun), serta lima orang lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan . Jenazah korban sementara dibawa ke Puskesmas Pulokulon 1 untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut .

Plt Kepala Seksi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurut keterangan awal, dugaan sementara menyebutkan bahwa mesin mobil diduga mati tepat di atas rel kereta api sehingga pengemudi tidak bisa menggerakkan kendaraan menjauh saat kereta melintas .

“Benar terjadi laka antara KA Argo Bromo Anggrek dengan mobil di perlintasan KA Dusun Sugihan. Saat ini tim masih di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendalami penyebab pasti kecelakaan,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Jumat pagi .

Sementara pihak KAI Daop 4 Semarang juga memberikan tanggapan terkait insiden ini. Manajer Humas KAI Daop 4, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa masinis telah melakukan prosedur keselamatan standar, termasuk membunyikan klakson berulang kali sebagai peringatan sebelum melintas di perlintasan sebidang .

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kereta api memiliki keterbatasan untuk berhenti mendadak karena berat dan kecepatannya. Oleh karena itu, keselamatan di perlintasan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Franoto .

Ia juga mengimbau seluruh pengemudi kendaraan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas, berhenti, melihat ke kanan dan ke kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang datang sebelum melintasi rel.

“Jangan pernah memaksakan diri menerobos palang pintu yang sudah ditutup atau sedang ditutup. Keselamatan nyawa jauh lebih berharga daripada waktu tempuh,” tambahnya .

Saat ini, perjalanan kereta api di jalur tersebut sudah kembali normal setelah dilakukan pemeriksaan sarana dan pembersihan lokasi.