RADAR24.co.id — Di tengah kekacauan pengelolaan program unggulan Pemerintah yakni, Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang terbukti memotong hak Dana Desa (DD), warga tidak lagi pasrah menunggu janji yang tak kunjung nyata. Puluhan warga Dusun 23, Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribawono, bergerak tegas dan beraksi sendiri.

Dimulai pada pagi Rabu (1/7/2026), mereka bahu‑membahu mengecor badan jalan secara swadaya penuh.

Warga beralasan enggan membebani anggaran yang pengelolaannya kacau balau, di mana program‑program pusat justru menjadi alat mengeruk dan memangkas aliran dana yang seharusnya langsung turun ke desa.

Dana yang dikumpulkan dari iuran warga sendiri sudah cukup untuk membiayai seluruh pekerjaan tanpa celah pemotongan, tanpa birokrasi berbelit‑belit, tanpa keterlambatan yang biasa terjadi pada jalur resmi.

Kegiatan Ini bukan pertama kali dilakukan oleh warga, menurut warga hal tersebut sudah terbiasa mengandalkan tenaga dan uang sendiri, karena pengalaman mengajarkan bahwa harapan kepada aliran negara makin tipis di tengah tata kelola yang kacau.

“Saya senang jalan di depan rumah kini kuat dan layak dilalui bukti bahwa kerja kita sendiri paling terjamin,” ujar Mardi, salah satu warga yang turut bekerja.

Sementara Qoirul menegaskan sikap yang mewakili semangat warga, “Kini jalan sudah rapi, tak perlu malu meski pejabat datang berkunjung. Kita tak lagi terlalu berharap pada bantuan pemerintah atau uang pajak yang jalurnya kerap dipotong demi program‑program yang pengelolaannya tak jelas. Dengan bergotong royong, kebutuhan dasar kita bisa dipenuhi sendiri.”

Kondisi carut‑marut pelaksanaan MBG dan KDMP makin terlihat jelas dana yang semestinya menjadi penopang pembangunan desa justru dialihkan atau dikurangi besarnya, sehingga posisi Dana Desa makin tergerus.

Dihadapkan dengan ketidakpastian itu, warga Lampung Timur mengambil sikap tegas bangun sendiri, kelola sendiri, andalkan kekuatan sendiri.

Gerakan ini menjadi teguran sekaligus teladan nyata bagi wilayah lain: jika pengelolaan anggaran negara masih penuh ketidakberesan dan pemotongan sepihak, semangat gotong royong rakyat adalah jawaban yang paling kokoh dan tak tergoyahkan. (Wandi)