BOGOR – Pengumuman SPMB seharusnya menutup proses. Tapi di Kota Bogor, pengumuman justru membuka pertanyaan baru bagi sejumlah orang tua calon siswa SMPN 4.
Persoalannya bukan hanya soal diterima atau tidak. Tiga orang tua dari SDN Gunung Batu 1 menyoroti satu hal: hasil tes praktik jalur prestasi tidak pernah diumumkan ke peserta.
Mereka adalah wali dari Alfin Rasyid, Adi Aashif Setiadi, dan Davin Dwi Putra Tarumanagara. Ketiganya merupakan pemain futsal yang tahun 2025 lalu membawa timnya juara 1 Piala Ketua AFKOT Bogor.
Ketiganya mendaftar jalur prestasi ke SMPN 4 dengan skor administrasi sama-sama 42. Alfin berjarak 1.529,30 meter dari sekolah, Davin sekitar 1.500 meter, dan Adi 2.468,98 meter.
Ismi Erina, ibu Alfin, mengatakan anaknya sudah mengikuti seluruh tahapan, termasuk tes shooting. Namun ketika hasil keluar, tidak ada rincian nilai praktik yang didapat.
“Kami hanya ingin tahu nilai anak kami. Kalau memang kalah, kami siap menerima. Tapi jangan biarkan kami bertanya-tanya tanpa pernah mengetahui hasil tes praktiknya,” ujar Ismi, Selasa 7/7/2026.
Kekecewaan bertambah karena komposisi penilaian jalur prestasi di Kota Bogor tahun ini diketahui: 50 persen dari sertifikat prestasi, 40 persen tes praktik, dan 10 persen TKA. Artinya tes praktik punya bobot besar, tapi hasilnya tidak diakses peserta.
“Kalau memang tes praktik bobotnya sampai 40 persen, kenapa nilainya tidak dibuka? Bukankah itu bagian penting dari proses seleksi?” kata Ismi.
Upaya menemui pihak sekolah juga belum membuahkan hasil. Ismi mengaku sudah datang membawa surat rekomendasi, tapi tidak bisa bertemu penanggung jawab.
Hal senada disampaikan Rosita, ibu Adi. Ia menyebut sudah mendengar penjelasan bahwa ada peserta dengan prestasi tingkat provinsi. Tapi bagi Rosita itu belum menjawab.
“Kalau memang ada peserta yang lebih baik, kami menghormatinya. Tetapi bukalah nilai praktik seluruh peserta. Dengan begitu masyarakat bisa melihat bahwa proses seleksi benar-benar objektif,” ujarnya.
Lisa, ibu Davin, juga merasakan hal sama. Ia bahkan datang bersama guru olahraga untuk meminta penjelasan. Hingga kini belum ada jawaban yang merinci dasar penilaian.
Yang membuat mereka heran, dari 4 pemain satu tim juara AFKOT 2025, hanya 1 orang yang dinyatakan lolos ke SMPN 4.
Para orang tua menegaskan tidak meminta hasil diubah. Tuntutan mereka sederhana: buka datanya.
“Kami tidak sedang meminta hasil seleksi diubah. Kami hanya ingin tahu bagaimana anak-anak kami dinilai. Transparansi itu penting agar tidak muncul prasangka di masyarakat,” ujar salah satu wali murid.
Sebagai informasi, kuota jalur prestasi SPMB Kota Bogor 2026 sebesar 30 persen dari daya tampung. Rinciannya 90 persen untuk warga Kota Bogor dan 10 persen untuk luar daerah.
Hingga berita ini ditulis, pihak SMPN 4 Kota Bogor dan panitia SPMB Kota Bogor belum memberikan keterangan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi untuk pihak terkait.*



