JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memilih membatalkan agenda kunjungan ke Amerika Serikat. Alasannya, ia lebih memilih meninjau langsung kondisi Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh yang terdampak bencana.

“Lebih penting ke sini gua, penting Enang-Enang, batal. Kalau ke Amerika batal, karena saya lebih pentingkan ke Enang-Enang,” ujar Dody dalam sebuah tayangan Podcast.

Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi di media sosial terkait rencana perjalanan dinasnya. Dody juga meluruskan bahwa biaya perjalanan keluarga yang sempat viral merupakan dana pribadi, dan dokumen yang beredar hanya untuk keperluan administrasi visa.

Turun langsung ke titik bencana jadi prioritas

Dody menegaskan saat ini fokus utama Kementerian PU adalah mempercepat rekonstruksi 47 jembatan di Sumatera yang rusak akibat bencana. Jembatan-jembatan itu dinilai vital untuk mengembalikan akses warga dan kelancaran distribusi logistik.

Ia memerintahkan jajarannya di daerah agar memantau progres di lapangan secara langsung. Tujuannya agar kualitas bangunan terjaga dan pekerjaan selesai sesuai target.

Menurut Kementerian PU, pemulihan infrastruktur pascabencana adalah kunci agar aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bisa berjalan kembali.

Kawal juga pembangunan Sekolah Rakyat

Selain jembatan, Dody juga menyoroti pembangunan 93 Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Saat sidak ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen, ia mengingatkan kontraktor untuk tidak menurunkan standar.

“Jangan kasih fasilitas ecek-ecek,” tegas Dody.

Kementerian berkomitmen memastikan seluruh sekolah memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan layak pakai untuk kegiatan belajar mengajar.

Jalan tol multifungsi untuk pertahanan

Di sisi lain, Kementerian PU juga menyiapkan 4 ruas jalan tol agar bisa difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur. Tahapannya meliputi penyesuaian perkerasan, desain median barrier bongkar-pasang, dan penyiapan area bebas hambatan.

Dengan begitu, jaringan jalan tol tidak hanya untuk transportasi dan logistik, tapi juga punya fungsi strategis saat kondisi darurat pertahanan.

Kementerian PU menyatakan akan terus menggenjot tiga agenda besar: rekonstruksi jembatan pascabencana, penyelesaian Sekolah Rakyat, dan penguatan infrastruktur strategis nasional.*