RADAR24.co.id — Sejumlah massa mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menuntut proses hukum adanya oknum polisi di Kota Palopo diduga menjadi beking bandar narkoba.
Selain seorang polisi massa aksi juga menduga satu lainnya bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) dan ada juga di Polres.
Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marzuki yang dikonfirmasi mengatakan bahwa saat ini penyidik Pengamanan Internal (Paminal) Propam Polres Palopo sementara mendalami dugaan tersebut.
“Dari pihak kepolisian Polres Palopo sedang melaksanakan pendalaman,” kata Marzuki dalam diterima, Rabu, 15 April 2026.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BNNK Palopo, AKBP Herman, belum bisa memberi jawaban via telepon atau pesan.
“Silahkan konfirmasi langsung ke saya. Ketemu langsung saya. Saya pada giat, lagi di Makassar,” kata Herman melalui pesannya dikutip Radar24 dari palopopost, Sabtu (18/4/2026)
Dugaan keterlibatan oknum polisi yang bertugas di BNNK dan Mako Polres Palopo, itu disampaikan orator aksi oraganisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada (13/4) lalu di depan Kantor BNN dan Mako Polres Palopo.
Salah seorang orator massa, Poyo (nama panggilan), menyebut ada beberapa oknum polisi yang diduga menjadi bekingan bandar sabu, khususnya di wilayah Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur.
“Beberapa hari sebelumnya kami didatangi seorang ibu-ibu yang curhat anaknya dari usia SMP hingga SMA menjadi kurir sabu. Mirisnya, anak tersebut juga telah menggunakan barang haram tersebut sebagai imbalan setelah melakukan tugas, menempel sabu,” kata Poyo.
“Informasi yang kami peroleh langsung dari anak ibu tersebut, bandar yang menjadikannya sebagai kurir, itu mendapat perlindungan dari dua orang oknum polisi di Polres Palopo dan seorang oknum polisi di BNN. Kami berharap oknum ini ditindaklanjuti dan bandar sabu diberantas,” ucapnya dengan nada lantang.



