RADAR24.co.id – Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, 2 Juni 2026. Keputusan ini diambil setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja lembaga tersebut selama kurang lebih 18 bulan terakhir.

Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa malam. Ia didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.

“Pada hari ini, Selasa, 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN. Kedua, Saudara Lodewijk Pusung sebagai Wakil Kepala, dan ketiga Saudara Sony Sanjaya juga sebagai Wakil Kepala BGN,” ujar Prasetyo Hadi.

Pemerintah menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi ketiga pejabat tersebut dalam membangun fondasi dan mengembangkan BGN sejak lembaga itu berdiri. Untuk mengisi kekosongan jabatan, Presiden Prabowo menunjuk Nanik Sudar Yati Deyang — yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala — untuk naik menjadi Kepala BGN yang baru. Sementara posisi wakil diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Prasetyo Hadi meminta pimpinan baru segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi antar-kementerian/lembaga, serta menyelaraskan kerja dengan pemerintah daerah agar program utama BGN, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), berjalan semakin efektif dan tepat sasaran.

Menariknya, di pagi hari yang sama, Dadan Hindayana masih terlihat mendampingi Presiden Prabowo meninjau langsung operasional dapur pelayanan gizi di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, serta penggunaan program di SMPN 111 Jakarta, sebelum akhirnya keputusan pencopotan diumumkan pada malam harinya.

Dadan Hindayana, seorang ahli entomologi dari IPB University, pertama kali diangkat menjadi Kepala BGN oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024, tepat saat lembaga ini baru dibentuk. BGN dibentuk khusus untuk mengelola program unggulan penyediaan makanan bergizi bagi siswa sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui, yang mulai berjalan secara nasional sejak 6 Januari 2025. Hingga Mei 2026, program ini dilaporkan telah menjangkau sekitar 62 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih rinci mengenai alasan spesifik pergantian pimpinan ini, namun keputusan ini menjadi langkah penting pemerintah untuk memastikan kualitas dan efektivitas program gizi nasional yang menjadi prioritas utama kabinet saat ini.