JAKARTA — Film dokumenter Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua merilis kisah perubahan kawasan Wanam di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Dokumenter yang diluncurkan Yayasan Wardhana Nawasena Network di Blok M, Jakarta Selatan pada 9 Juli 2026 lalu ini, tidak hanya menyorot pembangunan fisik, tetapi juga perjuangan masyarakat lokal.

Selama ini Wanam dikenal sebagai wilayah rawa dengan akses terbatas. Kini kawasan itu dipersiapkan pemerintah menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Dari rawa menjadi lahan produktif

Film ini merekam bagaimana lahan rawa diubah menjadi area pertanian. Prosesnya dimulai dengan pembangunan jalan produksi, sistem pengairan dan drainase, hingga fasilitas pendukung seperti jembatan, pelabuhan, sekolah dan puskesmas.

Perubahan besar terjadi setelah Papua Selatan resmi menjadi provinsi pada 2022. Kawasan Wanam kemudian masuk dalam Proyek Strategis Nasional bidang pangan.

Yang paling menonjol dalam dokumenter adalah keterlibatan warga. Mulai dari survei lapangan, pembukaan jalan, pengolahan lahan, sampai panen padi pada 2025.

Seorang tokoh masyarakat Wanam menyampaikan rasa syukurnya:
“Tanggapan saya bahwa kami harus bersyukur karena kapan lagi kalau bukan sekarang kita harus bisa menerima itu bukan karena hanya kita saja yang bisa menikmati tetapi sampai kita punya anak cucu nanti karena dari dulu memang kita tidak bisa bikin apa-apa hanya tinggal paku saja seperti itu.”

Sumber: Film Dokumenter Wanam

Panen demplot tahun 2025 menjadi titik balik. Satuan Tugas Pangan menyebut hasil itu membantah anggapan bahwa Wanam tidak cocok untuk pertanian.

“Kami sangat bersyukur… Dengan panen ini menunjukkan bahwa Wanam sangat layak dan cocok untuk lahan pertanian sehingga menggugurkan isu-isu negatif yang ada selama ini.”

Sumber: Film Dokumenter Wanam

Pemerhati sosial Yudi Latif dalam peluncuran film menekankan potensi besar Papua bagi masa depan Indonesia.
“Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan menjadi perhatian dunia. Keunikan flora, fauna, serta potensi sumber dayanya merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia.”

Pembangunan Wanam juga melibatkan pemerintah pusat, daerah, tokoh adat, tokoh agama, aparat, dan anak muda Papua.

Pembina Yayasan Wardhana Nawasena Network, Dean Ramella, mengingatkan pentingnya memilah informasi.
“Ketika Indonesia berupaya mewujudkan kemandirian melalui swasembada pangan dan energi, akan selalu ada tantangan. Karena itu masyarakat perlu memiliki kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu terverifikasi.”

Bagi warga Wanam, dokumenter ini bukan sekadar catatan proyek. Ini adalah cerita tentang harapan baru: bahwa dari tanah rawa, mereka bisa menanam masa depan untuk anak cucu.*