RADAR24.co.id – Pemerintah memastikan berkomitmen penuh dalam menangani insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, termasuk dukungan bagi keluarga korban. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, saat meninjau dan memastikan kesiapan Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan memastikan penanganan korban menjadi prioritas utama, serta terus berupaya memberi dukungan yang diperlukan bagi para korban dan keluarga terdampak.
“Kami turut berduka cita kepada seluruh keluarga korban. Pemerintah memastikan tidak akan lepas tangan dalam penanganan ini, baik dari sisi perawatan di rumah sakit maupun dukungan melalui mekanisme asuransi,” ujar Menhub Dudy.
Terkait penanganan korban, Menhub Dudy menjelaskan, proses pendataan dan identifikasi telah dilakukan sejak awal oleh PT. Jasa Raharja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selanjutnya, penyaluran santunan akan dilaksanakan mengikuti mekanisme yang telah diatur.
“Sejak hari pertama, Jasa Raharja telah terlibat dalam proses identifikasi dan pendataan korban. Untuk mekanisme santunan, akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Menhub.
Usai peninjauan, Menhub Dudy menaiki kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Cikarang, dalam rangka uji coba pembukaan jalur tersebut, setelah sebelumnya terdampak insiden kecelakaan.
Turun di Stasiun Cikarang, Menhub Dudy melanjutkan takziah ke rumah salah satu korban meninggal dunia yaitu Nurlaela. Pada kesempatan tersebut, Menhub Dudy menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden tersebut, serta menegaskan bahwa pemerintah hadir dalam proses penanganan para korban.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. KAI Bobby Rasyidin juga turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. PT. KAI pun memberikan santunan serta dukungan pendidikan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Sebagai bentuk kepedulian, kami juga memberikan santunan serta beasiswa kepada putra dari salah satu korban,” ujar Bobby.
Turut mendampingi Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono.



