RADAR24.co.id — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa serentak di Jakarta, Semarang, Surabaya, dan sejumlah kota besar lain pada pekan kedua Juni 2026. Aksi bertajuk “Rupiah Sekarat, Rakyat Berteriak” dan “Menuju Indonesia Bangkrut” ini menuntut perbaikan mendasar terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Dalam orasi di depan Kantor Bank Indonesia dan jalan protokol ibu kota, BEM SI menyoroti sejumlah indikator memburuk: nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.900–Rp18.000 per dolar AS, kenaikan harga BBM nonsubsidi hingga 32%, melonjaknya harga kebutuhan pokok, daya beli merosot, lapangan kerja sempit, serta pembengkakan utang negara dan pemborosan APBN .
“Persoalan ini bukan sekadar angka statistik. Rakyat merasakan langsung beban biaya hidup yang makin berat. Kebijakan pemerintah saat ini dinilai tidak tepat sasaran dan tidak berpihak pada rakyat kecil,” ujar koordinator aksi, Kevin Kurnia Priambodo, Jumat (12/6/2026).
Lima Tuntutan Utama
1. Turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok secara signifikan
2. Hentikan pemborosan anggaran negara dan perketat pengawasan keuangan
3. Evaluasi mendalam program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih
4. Perluas lapangan kerja serta lindungi tenaga kerja lokal
5. Tegakkan hukum tegas terhadap praktik korupsi dan penyelewengan dana negara
BEM SI memberikan ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk menunjukkan langkah nyata. Jika tidak ada perubahan berarti, mereka mengancam menggelar aksi massa lebih besar bertajuk Reformasi Jilid II.
Respons Pemerintah
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan aspirasi mahasiswa diterima. Ia menegaskan pemerintah terus berupaya menstabilkan nilai tukar, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat. Namun, ia menyebut perbaikan ekonomi tidak bisa instan dan membutuhkan waktu serta dukungan semua pihak.
Hingga berita ini diturunkan, aksi berlangsung tertib dengan pengawasan ketat aparat kepolisian, tanpa insiden yang merugikan pihak mana pun.



