RADAR24.co.id — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid merespons pernyataan video Amien Rais terkait kedekatan Presiden Prabowo dan Sekertaris Negara (Sesneg) Teddy Indra Wijaya.

Ia langsung memberikan tanggapan keras dan menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah, dan mengandung ujaran kebencian.

“Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian dari upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa,” ujar Meutya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).

Pemerintah juga menegaskan akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk UU ITE, terhadap mereka yang membuat dan menyebarkan konten tersebut.

Video Sudah Dihapus, Kubu Prabowo Siapkan Langkah Hukum.

Hingga Sabtu (2/5/2026), video yang sempat viral tersebut sudah tidak lagi dapat ditemukan di kanal YouTube Amien Rais.

Sementara itu, kelompok pendukung Prabowo seperti Arus Bawah Prabowo (ABP) menyebut pernyataan Amien sebagai “tuduhan keji” tanpa dasar bukti. Mereka menilai ini bukan lagi kritik, melainkan pembunuhan karakter yang berpotensi merusak stabilitas politik.

“Kalau kritik disampaikan dengan data dan argumen, itu sehat. Tapi kalau yang disebar adalah asumsi liar, gosip, dan insinuasi keji, itu bukan lagi demokrasi,” tegas Ketua DPP ABP, Supriyanto.

Isu ini mencuat setelah momen perayaan ulang tahun Teddy di Paris, Prancis, pada 14 April lalu juga viral dan menjadi sorotan publik.

Sebelumnya, Video berisi pernyataan tokoh politik senior Amien Rais yang menyinggung kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjadi viral di media sosial, Kamis (30/4/2026).

Dalam video berdurasi sekitar 8 menit yang diunggah di kanal YouTube pribadinya dengan judul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral”, Amien menilai hubungan keduanya sudah melampaui batas profesionalitas kerja.

Amien Rais yang juga Ketua Majelis Syura Partai Ummat menyebut kedekatan Prabowo dan Teddy sudah masuk kategori “offside”. Ia bahkan menyinggung isu moralitas dan membandingkannya dengan sejarah kaum Nabi Luth, serta menyoroti julukan “Bunda Ted” yang beredar di masyarakat.

“Saya ikut malu membicarakan kedua orang ini. Tapi kalau tidak ada tindakan yang jelas dan tegas, saya khawatir pemerintahan Prabowo bisa bubar di tengah jalan,” ujar Amien dalam video tersebut.

Ia pun mendesak Presiden untuk mengambil langkah tegas.

“Saya usulkan agar Pak Prabowo secara ksatria, tegas dan meyakinkan, melepaskan diri dari lendotannya si Teddy yang berbahaya itu. Jadi ganti Teddy dengan sosok yang normal, agar bisa fokus bekerja untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Amien juga memperingatkan risiko hilangnya kepercayaan publik (political trust) dan legitimasi jika isu ini dibiarkan berlarut-larut.