RADAR24.co.id — Kepolisian Resor Lampung Timur menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang terduga pelaku tindak pidana pemerasan di Desa Bandar Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Jumat (17/4/2026) malam.
Aksi penegakan hukum oleh Polres Lampung Timur di wilayah hukum Polda Lampung tersebut mendapat apresiasi dari kalangan jurnalis dan masyarakat. Di media sosial, khususnya Facebook, kabar OTT ini menjadi perbincangan hangat setelah pemberitaan viral di dunia maya.
Beragam tanggapan pro dan kontra pun bermunculan dari warganet. Salah satunya akun Nur Kholik yang menulis, “Memang banyak LSM di sini… Lanjutkan Daan…!!!” tulisbya pada Sabtu (18/4). Komentar lain juga datang dari Ridho Widodo, “Sikaatt… terus,” yang kemudian ditimpali Jindan Andi, “Mantap menyala Polri…🔥”. Sementara itu, Ahmarizki Basuki menulis, “Tumben tangkap LSM, biasanya kerja sama, jadi curiga neh😂”.
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur, Andono, menilai penangkapan pelaku yang mengaku sebagai LSM atau wartawan merupakan bentuk kinerja positif kepolisian. Ia menyebut langkah tersebut menjawab keresahan masyarakat terhadap oknum yang menyalahgunakan profesi untuk melakukan pemerasan.
“Pada dasarnya kami mendukung pemberantasan tindak pidana yang dilakukan kepolisian terhadap oknum LSM maupun wartawan melalui OTT, karena perilaku mereka sangat mencoreng nama baik profesi. Bravo Polres Lampung Timur,” ujar Andono, didampingi Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Ahmadsyah.
Lebih lanjut, Andono berharap polisi dapat mengungkap motif di balik kasus tersebut. Ia menduga kemungkinan adanya unsur tindak pidana lain yang turut melatarbelakangi aksi pemerasan tersebut.
Sebelumnya, polisi mengamankan seorang pria yang mengaku sebagai anggota LSM saat diduga melakukan pemerasan di Desa Sribhawono. Dalam OTT tersebut, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp15 juta, rekaman suara, tangkapan layar percakapan, serta rekaman CCTV dari rumah korban.
Dari rekaman video yang diterima Radar24, penangkapan terjadi di Dusun 1 Desa Sribhawono. Rekaman CCTV juga menunjukkan pelaku tengah menghitung uang hasil pemerasan.
Hingga kini, motif pasti pemerasan masih dalam penyelidikan. Sementara itu, Kapolres Lampung Timur AKBP Hetti Patmawati saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan keterangan resmi.



