RADAR24.co.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan proses pendampingan kepada pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur agar seluruh tahapan penanganan berjalan dengan baik hingga selesai.

Hingga Rabu (6/5) pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 90 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 17 pelanggan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pemantauan kondisi pelanggan terus dilakukan secara berkala agar kebutuhan penanganan dapat terpenuhi secara menyeluruh.

“Kami terus berkoordinasi dengan rumah sakit, keluarga, serta pihak terkait agar proses pendampingan berjalan dengan baik. Fokus kami saat ini memastikan pelanggan yang masih menjalani perawatan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap kami dampingi sesuai kebutuhan,” ujar Anne.

KAI juga tetap membuka layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri. Proses pengajuan dapat dilakukan dengan melampirkan dokumen berupa bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lambat 21 hari kerja.

Selain pendampingan medis dan administrasi, layanan trauma healing juga masih tersedia bagi pelanggan maupun keluarga yang membutuhkan dukungan psikologis. Layanan dapat diakses melalui Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan dapat dimulai melalui telemedicine dan dilanjutkan secara langsung sesuai kebutuhan.

KAI juga terus melakukan pendataan dan pengamanan barang pelanggan yang tertinggal saat kejadian. Hingga 6 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 118 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 75 barang telah diserahkan kepada pemilik, sementara 43 barang lainnya masih berada di layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur untuk proses verifikasi lebih lanjut.

“Kami memastikan setiap barang yang ditemukan diproses secara teliti agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami memahami barang-barang tersebut memiliki nilai penting bagi pelanggan maupun keluarga,” tambah Anne.

Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur tetap dibuka hingga 11 Mei 2026 sebagai pusat layanan pendampingan yang mencakup informasi, koordinasi administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis bagi pelanggan dan keluarga.

“KAI akan terus hadir mendampingi pelanggan dan keluarga selama proses pemulihan berlangsung agar seluruh kebutuhan penanganan dapat berjalan lebih tenang, tertata, dan tepat sasaran,” tutup Anne.